Banner Lebaran

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Isu Independensi Bank Sentral Jadi Sorotan

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Isu Independensi Bank Sentral Jadi Sorotan

Layar pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah memicu sorotan terhadap kebijakan moneter dan independensi Bank Indonesia.-Fhoto:Ist-

Harianokus.com– Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian publik nasional. Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar, terutama terkait arah kebijakan moneter dan isu independensi Bank Indonesia (BI).

Pelemahan rupiah terjadi di tengah dinamika global yang masih penuh tekanan, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral dunia hingga ketidakpastian ekonomi internasional. Namun, faktor domestik juga ikut memengaruhi sentimen pasar, termasuk isu kebijakan fiskal dan moneter ke depan.

BACA JUGA:Kawai Kanduk, Identitas Adat OKU Selatan yang Tetap Bertahan di Tengah Zaman

BACA JUGA:Jalan Tol Sumsel Terus Dikebut, Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Sejumlah analis menilai, menjaga independensi bank sentral menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Bank Indonesia dinilai perlu tetap konsisten menjalankan kebijakan moneter yang kredibel dan bebas dari intervensi politik, guna menjaga kepercayaan investor.

Pemerintah sendiri menegaskan komitmennya untuk tetap menghormati independensi Bank Indonesia. Koordinasi antara pemerintah dan bank sentral, menurut pejabat terkait, dilakukan dalam koridor undang-undang dan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Resmikan Ruas Jalan Karang Agung–Trans Lubar di OKU Selatan

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Resmikan Ruas Jalan Karang Agung–Trans Lubar di OKU Selatan

Di sisi lain, Bank Indonesia menyatakan terus melakukan langkah-langkah stabilisasi, baik melalui intervensi pasar valuta asing maupun kebijakan suku bunga, untuk meredam volatilitas rupiah. BI juga mengimbau masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi nilai tukar jangka pendek.

Ke depan, stabilitas rupiah diharapkan tetap terjaga seiring penguatan fundamental ekonomi nasional serta sinergi kebijakan antara pemerintah dan bank sentral.

BACA JUGA:Lurah Pasar Jenguk Warga Sakit, Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan

BACA JUGA:22 Tahun OKU Selatan, Herman Deru Apresiasi Laju Pembangunan Daerah

 

Sumber: