Banner Lebaran

Virus Nipah, Kabupaten Tangerang Siapkan RS Khusus

Virus Nipah, Kabupaten Tangerang Siapkan RS Khusus

Virus nipah--

Tangerang - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mempersiapkan rumah sakit (RS) rujukan khusus termasuk sarana/prasarana kesehatannya. Hal itu sebagai antisipasi penyebaran virus Nipah, sebagai kesiapsiagaan fasilitas kesehatan.

"Meski demikian, hingga kini tidak ada temuan kasus dari virus tersebut. Fasilitas kesehatan khususnya rumah sakit rujukan siap menangani kemungkinan adanya temuan kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Jumat 30 Januari 2026.

Fasilitasnya, sambung Hendra, didukung ruang isolasi serta perawat. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada terhadap penyakit zoonosis tersebut.

Pihaknya juga mengingatkan untuk mengurangi risiko penularan dengan menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan sakit. Kemudian, menjaga kebersihan diri, serta memastikan makanan dan buah dikonsumsi dalam kondisi bersih dan matang.

"Untuk antisipasi dini masyarakat tetap waspada dan selalu menjaga kesehatan, kebugaran tubuh melalui olahraga teratur. Langkah ini sama halnya seperti tempo dulu mencegah virus Corona," kata Hendra.

Diketahui, pengetatan peningkatan pengawasan terhadap penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dilakukan. Pasalnya, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soetta berupaya mengantisipasi kemunculan kasus penularan virus Nipah.

"Ada atau tidak ada virus, kita sudah punya sistem All Indonesia. Di dalam sistem itu ada deklarasi kesehatan, jadi pelaku perjalanan sebelum tiba di Indonesia diminta untuk isi status kesehatan mengetahui kondisi tubuhnya," ujar Kepala BBKK Soetta, Naning Nugrahini, Selasa 27 Januari 2026.

Naning mengaku penguatan pengawasan hingga skrining kesehatan ini akan disesuaikan secara dinamis mengikuti perkembangan situasi terkini. Dimana, penerapan protokol kesehatan utama yang saat ini bakal berlaku meliputi maskapai penerbangan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan awal di titik keberangkatan hingga pengecekan status kesehatan dari setiap pelaku perjalanan udara.

"Kemudian dari itu dalam 21 hari terakhir kita cek ke negara mana saja. Nah berdasarkan isi itu sebelum terbang, maka kami nanti bisa melakukan rangkuman atau bisa mengetahui profil kesehatan daripada setiap pesawat yang akan turun ke Indonesia," ucapnya.

 

Sumber: