Banner Lebaran

Ratu Dewa minta warga waspadai event mengatasnamakan Piala Wali Kota ‎

Ratu Dewa minta warga waspadai event mengatasnamakan Piala Wali Kota ‎

Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dengan tidak mudah percaya terhadap berbagai kegiatan atau event yang mengatasnamakan Piala Wali Kota Palembang--

Palembang- Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dengan tidak mudah percaya terhadap berbagai kegiatan atau event yang mengatasnamakan Piala Wali Kota Palembang, menyusul adanya kejuaraan karate yang mencatut namanya.

‎Ratu Dewa di Palembang, Senin, menegaskan bahwa dirinya maupun Pemerintah Kota Palembang tidak pernah terlibat dalam penyelenggaraan Kejuaraan Karate Liga Pelajar ke-1.

‎"Saya tegaskan, baik secara pribadi maupun sebagai Wali Kota, tidak pernah ada kerja sama, audiensi, atau bentuk keterlibatan apa pun dengan pihak penyelenggara kegiatan tersebut," katanya.

‎Adapun terkait adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan Wali Kota Palembang, ia menyatakan akan meminta klarifikasi kepada penyelenggara serta mendorong pertanggungjawaban penuh.

‎"Kami akan meminta klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan dan mendesak agar mereka bertanggung jawab, termasuk mengganti kerugian yang dialami masyarakat dan para peserta," katanya.

‎Pemerintah Kota Palembang juga menyampaikan keprihatinan atas keresahan dan kerugian yang dialami warga, serta menegaskan komitmennya untuk melindungi dan mengayomi masyarakat.

‎Kami mengimbau masyarakat agar lebih teliti dan memastikan legalitas setiap event. Jangan mudah percaya jika ada kegiatan yang mengatasnamakan Wali Kota atau Pemkot tanpa kejelasan izin resmi," tutupnya.

‎Sebelumnya, Kejuaraan Karate Liga Pelajar ke-1 yang mengatasnamakan Piala Wali Kota Palembang digelar di kawasan Kantor Camat Kamboja, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan tersebut menuai protes orang tua peserta akibat dugaan pengelolaan yang tidak profesional.

‎Panitia diduga memungut biaya pendaftaran Rp300.000 per peserta ditambah biaya coach Rp30.000, namun fasilitas pertandingan dinilai jauh dari standar.

Sumber: