Banner Lebaran

Istilah “Janda Gatal” Jadi Sorotan, Pakar Ingatkan Bahaya Stigma dan Pentingnya Edukasi Sosial

Istilah “Janda Gatal” Jadi Sorotan, Pakar Ingatkan Bahaya Stigma dan Pentingnya Edukasi Sosial

Melalui edukasi dan pendekatan yang lebih empatik, diharapkan masyarakat dapat menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat,--

Jakarta — Istilah “janda gatal” yang kerap muncul di percakapan masyarakat dan media sosial kembali menjadi sorotan. Pengamat sosial di Indonesia menilai penggunaan label negatif terhadap perempuan, khususnya janda, dapat memicu stigma dan diskriminasi yang merugikan secara psikologis maupun sosial.

Psikolog keluarga menjelaskan bahwa stereotip semacam itu sering kali tidak berdasar dan dapat memengaruhi kepercayaan diri serta kesehatan mental seseorang. Mereka mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berkomunikasi dan menghindari pelabelan yang menyudutkan kelompok tertentu.

Selain itu, pakar hubungan menyebutkan bahwa masalah relasi atau konflik percintaan tidak bisa disederhanakan dengan menyalahkan satu pihak saja. Setiap hubungan memiliki dinamika kompleks yang membutuhkan pemahaman, komunikasi, dan tanggung jawab bersama.

BACA JUGA:Film Horor Lokal Kian Diminati, Penonton Indonesia Serbu Bioskop Awal Tahun 2026

Di era digital, penyebaran istilah negatif juga semakin cepat melalui media sosial. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih kritis sebelum membagikan informasi atau opini yang dapat memperkuat stigma sosial.

BACA JUGA:Musisi Muda Indonesia Ramai Rilis Single Baru di Awal 2026, Industri Musik Makin Bergairah

Melalui edukasi dan pendekatan yang lebih empatik, diharapkan masyarakat dapat menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat, saling menghargai, serta bebas dari stereotip yang merugikan individu maupun kelompok tertentu.

Sumber: