RI dan Thailand Sepakat Perbarui Kemitraan di Bidang Ekonomi Kreatif
Dengan pembaruan kerja sama ini, RI dan Thailand optimistis dapat menciptakan peluang ekonomi baru, memperluas akses pasar, serta memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan berkelanjutan di kawasan.--
Harian OKU Selatan.id - Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Thailand sepakat memperbarui kemitraan strategis di bidang ekonomi kreatif sebagai langkah memperkuat kerja sama bilateral di kawasan Asia Tenggara. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan resmi delegasi kedua negara yang membahas potensi kolaborasi sektor kreatif di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang pesat.
Delegasi Indonesia menegaskan bahwa ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor prioritas nasional karena kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, serta penguatan identitas budaya. Kerja sama dengan Thailand dinilai strategis mengingat kedua negara memiliki kekayaan budaya dan industri kreatif yang berkembang, mulai dari film, animasi, musik, kuliner, hingga fesyen.
Dalam pernyataan bersama, kedua negara sepakat untuk memperluas kolaborasi dalam pertukaran pelaku industri kreatif, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta promosi produk kreatif di pasar internasional. Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama dalam penyelenggaraan festival budaya, pameran industri kreatif, dan forum bisnis kreatif lintas negara.
BACA JUGA:Candi Borobudur Promo Tiket Sunrise dan Sunset Sambut Imlek 2577
Perwakilan pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa kemitraan ini akan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar regional. Thailand dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan industri pariwisata dan hiburan yang dapat menjadi rujukan dalam memperkuat ekosistem kreatif Indonesia.
Sebaliknya, Indonesia menawarkan potensi pasar domestik yang besar serta kekayaan konten budaya yang beragam. Kolaborasi di sektor perfilman, misalnya, membuka peluang produksi bersama atau co-production yang dapat menjangkau pasar Asia Tenggara secara lebih luas.
Kesepakatan ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Transformasi digital dinilai menjadi kunci dalam pemasaran, distribusi, dan monetisasi karya kreatif di era globalisasi. Kedua negara sepakat untuk mendorong inovasi berbasis teknologi serta perlindungan hak kekayaan intelektual sebagai fondasi industri kreatif yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Kenal Lewat Aplikasi Kencan, Wanita di Muratara Jadi Korban Pencurian, Pelaku Ditangkap Polisi
Selain itu, kerja sama pendidikan dan pelatihan bagi talenta muda menjadi salah satu fokus utama. Program pertukaran pelajar, pelatihan bersama, hingga inkubasi bisnis kreatif direncanakan sebagai bagian dari implementasi kesepakatan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat regional.
Pengamat ekonomi menilai pembaruan kemitraan ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi kreatif global yang terus meningkat. Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan potensi pasar digital terbesar, sehingga kolaborasi antarnegara dinilai penting untuk memperkuat posisi bersama dalam persaingan internasional.
Ke depan, kedua negara akan membentuk tim teknis untuk merumuskan rencana aksi konkret, termasuk jadwal pelaksanaan program dan mekanisme evaluasi. Pemerintah Indonesia berharap kemitraan ini tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan sektor kreatif, tetapi juga mempererat hubungan budaya dan diplomasi antarbangsa.
BACA JUGA:AMP OKU Gelar Aksi Damai, Desak Gerai Mie Gacoan Baturaja Ditutup Sementara
Dengan pembaruan kerja sama ini, RI dan Thailand optimistis dapat menciptakan peluang ekonomi baru, memperluas akses pasar, serta memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan berkelanjutan di kawasan.
Sumber:





