Kesempatan Kedua di Dapur MBG, Saat Eks Narapidana Bangkit dan Menata Masa Depan
kisah eks narapidana bekerja di dapur MBG, program makan bergizi gratis beri kesempatan kedua--
Harian OKU Selatan.Id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menghadirkan manfaat bagi para siswa penerima, tetapi juga membuka lembaran baru bagi mereka yang ingin memperbaiki masa lalu. Di sejumlah daerah, dapur MBG menjadi tempat bagi eks narapidana untuk menata ulang hidup, membangun kepercayaan diri, dan kembali diterima di tengah masyarakat.
Salah satunya adalah Andi (bukan nama sebenarnya), pria 38 tahun yang pernah menjalani hukuman akibat kasus kriminal beberapa tahun lalu. Setelah bebas, ia mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan karena stigma yang masih melekat. Lamaran kerja yang dikirim tak kunjung membuahkan hasil. Hingga akhirnya, ia mendapat informasi bahwa dapur MBG di wilayahnya membuka kesempatan bagi tenaga kerja tanpa memandang latar belakang masa lalu, selama memiliki kemauan untuk berubah.
BACA JUGA:MBG Serap Hampir Satu Juta Tenaga Kerja Lewat Dapur SPPG/PL
“Awalnya saya ragu, takut ditolak lagi. Tapi di sini saya diberi kesempatan,” ujar Andi saat ditemui di sela aktivitasnya menyiapkan bahan makanan.
Di dapur MBG, Andi bertugas sebagai bagian persiapan bahan baku. Setiap pagi, ia bersama rekan-rekannya membersihkan sayuran, menakar bahan, dan memastikan proses pengolahan sesuai standar kebersihan. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga bentuk pembuktian bahwa ia mampu menjalani hidup yang lebih baik.
Koordinator dapur MBG setempat menjelaskan bahwa program ini memang membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk eks narapidana yang telah menyelesaikan masa hukuman. “Kami percaya setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua. Selama mereka disiplin dan mengikuti aturan, kami tidak membedakan,” ujarnya.
BACA JUGA:Candi Borobudur Promo Tiket Sunrise dan Sunset Sambut Imlek 2577
Kebijakan inklusif ini dinilai memberi dampak sosial yang signifikan. Selain membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah, MBG juga berperan sebagai wadah reintegrasi sosial. Dengan pekerjaan yang tetap dan lingkungan kerja yang suportif, para eks narapidana dapat membangun kembali rasa percaya diri dan mengurangi risiko kembali terjerumus ke tindakan kriminal.
Menurut pengamat sosial, akses terhadap pekerjaan merupakan salah satu faktor kunci dalam mencegah residivisme. Ketika seseorang memiliki penghasilan dan aktivitas produktif, peluang untuk kembali melakukan pelanggaran hukum cenderung menurun. “Program seperti MBG berpotensi menjadi model pemberdayaan berbasis komunitas yang inklusif,” katanya.
BACA JUGA:3 Hektare Ladang Ganja Ditemukan di Area Perbukitan Empat Lawang
Tak hanya Andi, beberapa pekerja lain di dapur tersebut juga memiliki latar belakang serupa. Mereka saling mendukung dan berbagi cerita tentang proses bangkit dari keterpurukan. Hubungan kerja yang terjalin perlahan membentuk rasa kebersamaan dan solidaritas.
Setiap hari, ribuan porsi makanan disiapkan dan didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Di balik rutinitas memasak, tersimpan kisah perjuangan individu yang sedang memperbaiki hidupnya. Bagi Andi, mengenakan seragam kerja dan menerima gaji bulanan adalah simbol kepercayaan yang kembali diberikan masyarakat kepadanya.
“Saya ingin anak saya bangga. Saya tidak mau kembali ke masa lalu,” tuturnya.
Sumber:





