BANNER RAMADHAN KOMINFO

Konsumsi Gula Berlebihan Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Jantung – Ahli Sarankan Pola Makan Seimbang

Konsumsi Gula Berlebihan Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Jantung – Ahli Sarankan Pola Makan Seimbang

Infografik edukasi kesehatan yang memperingatkan bahaya konsumsi gula berlebihan terhadap risiko penyakit jantung. Poster ini menampilkan ilustrasi makanan dan minuman tinggi gula, dampaknya pada pembuluh darah dan jantung, serta imbauan untuk menerapkan --

Harian OKU Selatan.ID- Kabar terbaru di bidang kesehatan hari ini menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan kembali menjadi sorotan para ahli kesehatan. Penelitian yang dirilis oleh tim epidemiologi internasional menemukan bahwa asupan gula tambahan secara rutin dalam diet harian dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 30%, terutama pada kelompok usia dewasa muda dan paruh baya.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa gula tambahan — yang sering ditemukan dalam minuman manis, makanan olahan, dan camilan siap saji — dapat memicu peradangan kronis di dalam tubuh. Peradangan ini menjadi salah satu faktor utama berkembangnya penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak normal, dan penumpukan plak di arteri.

BACA JUGA:Studi Terbaru Ungkap Aktivitas Mental Rutin Bisa Tunda Alzheimer, Dunia Waspadai Lonjakan Penyakit Menular

“Organisme kita tidak dirancang untuk menangani konsumsi gula dalam jumlah besar setiap hari. Imbasnya bisa jauh lebih luas dari sekadar kenaikan berat badan,” ujar salah satu peneliti di konferensi kesehatan yang diadakan minggu ini.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa masyarakat yang mengurangi konsumsi gula tambahan secara signifikan mengalami perbaikan pada profil lipid dan tekanan darah hanya dalam beberapa bulan. Strategi pengurangan gula yang direkomendasikan meliputi:

BACA JUGA:Festival Musik Palembang 2026: Menampilkan Talenta Lokal dan Nasional, Meriahkan Kota Palembang Hingga Akhir F

✔️ Mengganti minuman manis dengan air putih atau teh tanpa gula

✔️ Membatasi konsumsi makanan manis sebagai camilan harian

✔️ Membaca label nutrisi untuk memilih produk dengan gula lebih rendah

Sementara itu, otoritas kesehatan di beberapa negara juga mulai menerapkan kebijakan pajak gula pada minuman manis sebagai langkah mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Kebijakan ini sebelumnya telah berjalan di beberapa kota besar dan dilaporkan efektif menurunkan penjualan minuman bergula.

Di sisi lain, tokoh kesehatan di Indonesia menyebutkan bahwa pola makan sehat harus disertai pendidikan gizi sejak dini. “Kita perlu menanamkan kebiasaan memilih makanan bergizi mulai dari sekolah dasar,” ujar seorang pakar dietetik Nasional.

BACA JUGA:Cara Mudah Cek NIK KTP Dipakai Orang untuk Pinjol atau Tidak, Wajib Tahu!

Selain itu, dokter spesialis jantung menekankan bahwa perubahan gaya hidup secara menyeluruh — bukan hanya mengurangi gula — tetap penting. Kombinasi antara aktivitas fisik, pengaturan porsi makan, serta pengendalian stres adalah kunci utama mencegah penyakit jantung.

Aktivitas masyarakat dalam mengikuti gerakan hidup sehat di media sosial juga meningkat. Tagar seperti #KurangiGula dan #JantungSehat menjadi trending di beberapa platform, menunjukkan adanya respons positif dari publik terhadap isu kesehatan ini.

Sumber: