Sektor UMKM Sumsel Tumbuh Positif, Digitalisasi Jadi Kunci Peningkatan Omzet
Dengan digitalisasi yang semakin masif dan dukungan berbagai pihak, UMKM Sumsel optimistis dapat terus berkembang serta menjadi tulang punggung ekonomi daerah--
PALEMBANG – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan permintaan pasar domestik serta semakin luasnya adopsi teknologi digital menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan omzet pelaku usaha di berbagai daerah.
Dinas terkait mencatat, sejumlah pelaku UMKM di sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan mengalami peningkatan penjualan signifikan, terutama melalui platform daring dan media sosial. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin terbiasa berbelanja secara online turut memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.
BACA JUGA:Investasi Perkebunan dan Energi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Sumsel
Pelaku usaha mengakui bahwa digitalisasi membantu mereka menekan biaya promosi sekaligus mempercepat transaksi. Dengan memanfaatkan marketplace dan pembayaran non-tunai, proses penjualan menjadi lebih praktis dan efisien. Selain itu, fitur analitik pada platform digital memudahkan pelaku usaha membaca tren pasar dan menyesuaikan strategi penjualan.
Pemerintah daerah terus mendorong percepatan transformasi digital UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi legalitas usaha. Program peningkatan kapasitas ini bertujuan agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. Legalitas yang lengkap dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan perbankan maupun kemitraan dengan perusahaan besar.
Di sisi pembiayaan, perbankan dan lembaga keuangan juga aktif menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga terjangkau. Skema pembiayaan ini membantu pelaku UMKM menambah modal kerja, memperluas produksi, serta meningkatkan kualitas produk. Beberapa bank bahkan menyediakan layanan konsultasi bisnis untuk memastikan penggunaan dana berjalan efektif.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Kenaikan harga bahan baku dan biaya distribusi menjadi perhatian pelaku usaha. Fluktuasi harga komoditas tertentu berdampak pada margin keuntungan, terutama bagi usaha kuliner dan produksi makanan olahan. Untuk menyiasati kondisi tersebut, pelaku usaha mulai mencari alternatif bahan baku lokal yang lebih stabil harganya.
BACA JUGA:Pemkab OKU Selatan Perkuat Sistem Merit, Manajemen Talenta ASN Resmi Disosialisasikan
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Tidak semua pelaku UMKM memiliki kemampuan digital yang memadai. Oleh karena itu, pelatihan literasi digital dan manajemen keuangan terus digencarkan agar pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
Pengamat ekonomi daerah menilai, UMKM memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi Sumsel. Kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja cukup besar, terutama di sektor informal. Ketika UMKM tumbuh, maka daya beli masyarakat ikut terangkat dan perputaran ekonomi daerah semakin kuat.
BACA JUGA:Arab Saudi Hentikan Sementara Impor Unggas Indonesia, Pemerintah Siapkan Langkah Perbaikan Standar
Ke depan, sinergi antara pemerintah, perbankan, dan komunitas bisnis dinilai menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan UMKM. Dukungan kebijakan yang pro usaha kecil, stabilitas harga, serta perluasan akses pasar diharapkan mampu menjaga tren positif ini.
Dengan digitalisasi yang semakin masif dan dukungan berbagai pihak, UMKM Sumsel optimistis dapat terus berkembang serta menjadi tulang punggung ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global yang terus berubah.
Sumber:
