BANNER RAMADHAN KOMINFO

Pengiriman Paket di Palembang Melonjak, Kurir Kewalahan Antar Hingga 400 Paket per Hari

Pengiriman Paket di Palembang Melonjak, Kurir Kewalahan Antar Hingga 400 Paket per Hari

Lonjakan pengiriman paket di Palembang menjelang hari raya membuat kurir kewalahan, dengan beban kerja mencapai hingga 400 paket per hari. Tingginya belanja online dan promo e-commerce menjadi faktor utama peningkatan ini.--

Harian OKU Selatan.ID- Lonjakan pengiriman paket terjadi secara signifikan di Palembang dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya aktivitas belanja online masyarakat menjelang hari raya, yang membuat para kurir harus bekerja ekstra keras. Bahkan, satu orang kurir dilaporkan bisa mengantarkan hingga 400 paket dalam sehari.

Kondisi ini membuat banyak kurir kewalahan, baik dari segi tenaga maupun waktu. Sejumlah perusahaan jasa pengiriman mengakui bahwa volume paket meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa. Lonjakan tersebut tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga hingga ke wilayah pinggiran.

BACA JUGA:Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Kritik, Sebut Ekonomi Nasional Masih Positif

Salah seorang kurir mengaku harus mulai bekerja sejak pagi hingga malam hari untuk menyelesaikan target pengiriman. “Biasanya saya antar sekitar 150 sampai 200 paket per hari. Sekarang bisa sampai 300 bahkan 400 paket. Jelas capek sekali,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah paket tidak diimbangi dengan penambahan tenaga kerja yang memadai. Akibatnya, banyak kurir harus mengambil beban kerja lebih besar dari biasanya. Selain itu, kondisi lalu lintas yang padat menjelang hari raya juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengiriman.

BACA JUGA:THR PPPK Paruh Waktu Ditetapkan Rp500 Ribu, Anggaran Capai Rp2,9 Miliar

Pihak perusahaan logistik menyebut bahwa lonjakan ini merupakan fenomena musiman yang hampir selalu terjadi menjelang hari besar keagamaan. Namun, tahun ini peningkatannya dinilai lebih tinggi, seiring dengan semakin berkembangnya tren belanja online di masyarakat.

Selain faktor hari raya, promo besar-besaran dari berbagai platform e-commerce juga turut mendorong peningkatan jumlah paket. Masyarakat memanfaatkan berbagai diskon dan penawaran menarik untuk memenuhi kebutuhan, sehingga transaksi online melonjak tajam.

BACA JUGA:Fokus Pendidikan 2026: Literasi dan Akses Merata Jadi Prioritas Nasional

Di sisi lain, konsumen diharapkan dapat memahami kondisi yang dihadapi para kurir. Keterlambatan pengiriman kemungkinan terjadi karena tingginya volume paket yang harus didistribusikan dalam waktu singkat. Meski demikian, perusahaan logistik tetap berupaya menjaga kualitas layanan agar paket dapat sampai tepat waktu.

Beberapa perusahaan bahkan menambah jam operasional dan mengoptimalkan sistem distribusi untuk mengatasi lonjakan tersebut. Namun, upaya ini tetap belum sepenuhnya mampu mengimbangi jumlah paket yang terus meningkat setiap harinya.

BACA JUGA:Bank Indonesia Tahan Suku Bunga, Rupiah Masih Tertekan di Tengah Gejolak Global

Pengamat ekonomi lokal menilai bahwa fenomena ini menunjukkan pertumbuhan sektor perdagangan digital yang cukup pesat. Tingginya aktivitas pengiriman menjadi indikator meningkatnya daya beli masyarakat serta kepercayaan terhadap transaksi online.

Meski membawa dampak positif bagi perekonomian, kondisi ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi para kurir. Beban kerja yang tinggi tanpa dukungan yang memadai dapat berdampak pada kesehatan dan keselamatan mereka.

Sumber: