BANNER RAMADHAN KOMINFO

Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari Forum Internasional Jika Tak Sejalan dengan Kepentingan Nasional

Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari Forum Internasional Jika Tak Sejalan dengan Kepentingan Nasional

Pernyataan tegas Prabowo Subianto soal kemungkinan Indonesia keluar dari forum internasional seperti Board of Peace menjadi sorotan. Sikap ini menegaskan bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam upaya mendukung perdamaian d--

Harian OKU Selatan ID- Pernyataan tegas disampaikan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, terkait posisi Indonesia dalam forum internasional yang membahas konflik global, termasuk isu di Gaza dan Palestina. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk menarik diri dari suatu forum apabila dinilai tidak lagi memberikan manfaat serta bertentangan dengan kepentingan nasional.

“Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar,” ujar Prabowo dalam keterangannya.

BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Komitmen Lanjutkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Atasi Stunting

Pernyataan tersebut merujuk pada keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace (BOP), yang berupaya mencari solusi atas konflik yang berkepanjangan, termasuk krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina. Menurut Prabowo, partisipasi Indonesia dalam forum semacam itu harus tetap berlandaskan prinsip kebermanfaatan nyata serta komitmen semua pihak yang terlibat.

Ia menekankan bahwa Indonesia sejak awal memiliki komitmen kuat dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta penyelesaian konflik secara damai. Namun, komitmen tersebut juga harus diimbangi dengan efektivitas forum internasional dalam menghasilkan solusi konkret, bukan sekadar diskusi tanpa hasil.

BACA JUGA:BPH Migas Jamin Stok BBM Nasional Aman untuk Arus Balik Lebara

Prabowo juga menyoroti pentingnya konsistensi dan keseriusan negara-negara yang tergabung dalam forum tersebut. Jika terdapat pihak yang dinilai tidak memiliki komitmen yang sama atau justru memperlambat upaya perdamaian, maka Indonesia tidak ingin membuang waktu dan energi dalam proses yang dinilai tidak produktif.

“Kalau tidak ada keseriusan, untuk apa kita terus terlibat? Kita harus realistis dan fokus pada langkah yang benar-benar berdampak,” lanjutnya.

BACA JUGA:Satu Pelaku Pengeroyokan Bersenjata Tajam di OKU Selatan Ditangkap, Tiga Lainnya Masih Diburu

Pernyataan ini mencerminkan pendekatan pragmatis Indonesia dalam diplomasi internasional, khususnya terkait konflik yang kompleks seperti di Gaza. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan kontribusi terhadap perdamaian dan tidak sekadar menjadi bagian dari simbol diplomatik.

Di sisi lain, Indonesia tetap menegaskan posisinya sebagai negara yang aktif dalam mendukung upaya kemanusiaan di Palestina. Bantuan kemanusiaan, dukungan diplomatik, serta dorongan terhadap solusi dua negara (two-state solution) tetap menjadi bagian dari kebijakan luar negeri Indonesia.

BACA JUGA:Gus Ipul: Bansos Tak Kena Efisiensi Anggaran, Presiden Siap Tambah Jika Dibutuhkan

Pengamat hubungan internasional menilai pernyataan Prabowo sebagai sinyal bahwa Indonesia ingin memainkan peran yang lebih tegas dan terukur di kancah global. Sikap ini juga dianggap sebagai upaya untuk menjaga kredibilitas serta efisiensi dalam diplomasi, terutama di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Meski demikian, keputusan untuk keluar dari suatu forum internasional tentu bukan langkah yang ringan. Hal tersebut memerlukan pertimbangan matang, termasuk dampaknya terhadap hubungan bilateral maupun posisi Indonesia di mata dunia.

Sumber: