Harianokus.com– Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan masih terus mendalami dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga melibatkan oknum guru di lingkungan SMK Negeri 1 Buay Sandang Aji (BSA), OKU Selatan.
Kasus tersebut mencuat setelah para siswa-siswi SMKN 1 BSA menggelar aksi demonstrasi pada Jumat (31/1/2026) lalu, menuntut kejelasan terkait dana bantuan pendidikan yang mereka terima.
BACA JUGA:Jalan Amblas Akibat Longsor, Akses Warga Terputus
BACA JUGA:Tekan Pelanggaran, Polres OKU Selatan Gelar Operasi Keselamatan Musi 2026
Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, SH, SIK, MIK, melalui Kasat Reskrim AKP Aston L Sinaga, mengatakan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan dengan memanggil sejumlah pihak terkait.
“Pada hari ini, kami berencana mengambil keterangan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang diduga mengetahui atau terlibat dalam dugaan pemotongan dana PIP tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA:Genjot Budaya Baca, Dinas Perpustakaan OKU Selatan Kembangkan Beragam Program Literasi
BACA JUGA:Bank Jago catat 3 juta pengguna aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit
Menurut AKP Aston, pengambilan keterangan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengumpulkan bahan dan keterangan guna memperjelas duduk perkara sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Ia menegaskan, Polres OKU Selatan berkomitmen menangani setiap laporan masyarakat secara profesional dan transparan, serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
BACA JUGA:Yang bisa terjadi bila konsumsi mi instan berlebih
BACA JUGA:Minuman terbaik untuk stabilkan kadar gula darah di pagi hari
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan status hukum terhadap pihak-pihak yang telah dimintai keterangan. Proses pendalaman masih terus berlangsung dan perkembangan kasus akan disampaikan kepada publik.
Sementara itu, dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang sebelumnya diduga dipotong diketahui telah dikembalikan kepada masing-masing siswa-siswi. Proses pengembalian tersebut dilakukan di SMKN 1 OKU Selatan pada Senin (2/2/2026).