Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan masa depan demokrasi bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pers. Di tengah dominasi algoritma dan kecerdasan buatan, ia menilai jurnalisme tetap harus dijaga oleh nurani manusia.
“Hari ini ketika setiap detik miliaran keputusan diambil oleh mesin, algoritma, dan sistem kecerdasan artifisial. Arah bangsa baik buruknya demokrasi tetap harus di tangan kualitas media dan pers,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini dalam sambutannya pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, di Serang, Banten, Senin 9 Januari 2026.
Menurut Cak Imin, dunia saat ini bergerak sangat cepat dan dinavigasi oleh informasi, data, serta algoritma. Menurutnya, batas antara fakta dan rekayasa kian tipis, sehingga verifikasi menjadi kunci utama kerja jurnalistik.
Ia menilai, jurnalisme memiliki dampak yang tidak pernah netral. Menurutnya, pers berperan sebagai suluh peradaban, motor perubahan, dan kekuatan yang membuka kebingungan arah masyarakat
Karena itu kepentingan bangsa tidak akan pernah lepas dari bagaimana pers bekerja. Bagaimana pers menjaga nuraninya dan bagaimana pers memaknai tanggung jawab sejarahnya,” ucapnya.
Cak Imin mengingatkan pers tidak boleh kalah oleh algoritma. Ia mengatakan, teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) harus menjadi alat bantu, bukan pengganti nurani dan empati dalam kerja jurnalistik.
Ia menekankan, pers yang hanya mengandalkan kecepatan dan kecanggihan teknologi berisiko kehilangan makna. Tanpa etika dan verifikasi, jurnalisme dapat melahirkan informasi menyesatkan.
“Tanpa sentuhan manusia, jurnalisme berisiko kehilangan empati. Tanpa verifikasi dan etika ia hanya dapat melahirkan berita-berita halusinasi dan tanpa keberpihakan pada kebenaran,” kata Muhaimin.
Karena itu, ia menilai pers yang berorientasi pada nilai kemanusiaan menjadi kebutuhan utama. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi cepat, tetapi juga akurat, jujur, dan membawa arah kebaikan.
“Disinilah peran krusial pers yang human centered menjadi amatlah sangat penting. Rakyat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat tetapi rakyat membutuhkan informasi akurat, jujur dan membawa arah kebaikan,” katanya.
Cak Imin mengatakan, jurnalisme perlu terus ditegaskan agar tidak tersingkir oleh dominasi algoritma dan teknologi digital. Ia mengatakan, perkembangan kecerdasan buatan tidak boleh menggerus nilai jurnalistik maupun merusak keberlanjutan ekonomi media.