Palembang- Sebanyak 605 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Sumatera Selatan (Sumsel) telah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) sebagai syarat penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang Nurya Hartika di Palembang, Selasa, mengatakan masih terdapat 55 SPPG yang belum memiliki SLHS dari 660 SPPG yang terdata di Sumsel.
"Masih ada 55 SPPG lagi yang belum memiliki SLHS dari total 660 SPPG di Sumsel saat ini, 55 SPPG itu masih dalam proses pemenuhan SLHS,” katanya.
Ia menjelaskan percepatan pemenuhan sertifikat tersebut terus dilakukan untuk menjamin kebersihan dan keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat program MBG.
KPPG Palembang telah memberikan tenggat waktu selama satu bulan sejak diterbitkannya surat edaran pada 27 Januari 2026 kepada SPPG yang belum melengkapi SLHS.
SPPG yang belum mengantongi SLHS tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di wilayah Sumsel.
Apabila hingga batas waktu yang ditentukan belum memenuhi persyaratan, operasional SPPG akan dihentikan sementara,” katanya.
Terkait penyaluran MBG selama bulan Ramadhan, pihaknya akan menyesuaikan pola distribusi dengan membagikan makanan kering yang memiliki daya tahan satu hingga tiga hari, seperti roti, susu, abon, dan makanan sejenis.
Petunjuk teknis pelaksanaan MBG selama Ramadhan masih akan diperbarui, karena tahun ini merupakan pelaksanaan perdana program MBG bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Untuk menjaga efektivitas penyaluran, KPPG Palembang akan berkoordinasi dengan sekolah dan posyandu melalui kepala SPPG di masing-masing wilayah agar distribusi MBG tetap berjalan tepat sasaran dan sesuai jadwal.