Harga MinyaKita Masih di Atas HET di Indonesia Timur

Jumat 27-02-2026,20:55 WIB
Reporter : HOS
Editor : HOS

Harian OKU Selatan.ID- Harga minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita dilaporkan masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah wilayah Indonesia Timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan bahan pokok pada momen hari besar keagamaan.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan oleh Satgas Pangan dan dinas perdagangan setempat, harga MinyaKita di beberapa pasar tradisional tercatat melampaui HET yang telah ditetapkan pemerintah. Selisih harga bervariasi, mulai dari Rp1.000 hingga Rp3.000 per liter. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk biaya distribusi yang lebih tinggi serta keterbatasan pasokan di wilayah tertentu.

BACA JUGA:Polisi Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan Ekstasi di Sumatera Selatan

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyatakan akan memperkuat pengawasan distribusi guna memastikan harga sesuai ketentuan. Distribusi ke wilayah timur disebut memiliki tantangan logistik tersendiri, seperti jarak antarpulau, keterbatasan armada transportasi, serta biaya pengiriman yang lebih mahal dibandingkan wilayah barat Indonesia.

Selain faktor logistik, perbedaan harga juga diduga terjadi akibat rantai distribusi yang panjang. Di beberapa daerah, produk harus melalui beberapa perantara sebelum sampai ke pedagang eceran. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya dan memicu harga jual di atas HET.

BACA JUGA:Polda Banten Ungkap 35 Kasus Narkoba, 54 Tersangka Diamankan

Satgas Pangan bersama aparat penegak hukum telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan pengecer. Pemerintah menegaskan akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan praktik penimbunan atau pelanggaran distribusi yang menyebabkan lonjakan harga tidak wajar.

Sementara itu, pedagang di pasar tradisional mengaku harga dari distributor memang sudah lebih tinggi dari HET, sehingga sulit menjual sesuai harga yang ditentukan pemerintah tanpa merugi. Mereka berharap ada solusi konkret, baik dalam bentuk subsidi distribusi tambahan maupun peningkatan pasokan agar harga kembali stabil.

BACA JUGA:Pemerintah Perluas Akses Pendidikan untuk Anak Terlantar di Seluruh Indonesia

Pengamat ekonomi menilai persoalan ini mencerminkan tantangan pemerataan harga kebutuhan pokok di negara kepulauan seperti Indonesia. Infrastruktur logistik dan efisiensi distribusi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah.

Pemerintah juga tengah berupaya meningkatkan koordinasi dengan BUMN pangan dan distributor utama agar pasokan MinyaKita lebih merata. Optimalisasi jalur distribusi laut serta pemantauan stok secara digital menjadi salah satu strategi yang disiapkan untuk mengurangi disparitas harga.

BACA JUGA:Indonesia Modernisasi Tiga RS Rujukan Nasional dengan Dukungan AIIB

Masyarakat di wilayah terdampak berharap harga MinyaKita segera kembali sesuai HET agar daya beli tetap terjaga. Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga kenaikan harga sekecil apa pun dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Dengan penguatan pengawasan dan perbaikan sistem distribusi, pemerintah optimistis harga MinyaKita dapat kembali stabil di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan timur dan daerah 3T. Stabilitas harga pangan menjadi salah satu prioritas utama guna menjaga inflasi tetap terkendali dan melindungi masyarakat berpenghasilan rendah.

BACA JUGA:Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas, Rajai Asia Tenggara

Kategori :