Harian OKU Selatan ID - Perkembangan teknologi finansial (fintech) di Indonesia semakin pesat, terutama dalam penggunaan dompet digital. Generasi Z, yang lahir antara 1997–2012, menunjukkan perilaku konsumen unik dengan mengadopsi dompet digital tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi sebagai bagian integral dari gaya hidup mereka sehari-hari. Fenomena ini menjadi indikator pergeseran perilaku ekonomi dan sosial di kalangan muda.
BACA JUGA:Polres Lahat Amankan Tersangka Judi Togel
Riset terbaru oleh Ipsos Indonesia mencatat bahwa lebih dari 70 persen Gen Z di kota-kota besar menggunakan dompet digital setidaknya sekali dalam seminggu untuk transaksi harian. Mayoritas responden mengaku memilih platform yang menawarkan kemudahan pembayaran, integrasi dengan aplikasi hiburan, serta fitur rewards atau cashback. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak sekadar mencari alat pembayaran, tetapi juga pengalaman digital yang mempermudah gaya hidup mereka.
“Dompet digital kini menjadi lifestyle enabler bagi Gen Z. Mereka menggunakan aplikasi ini untuk belanja online, membayar transportasi, hingga berbagi uang dengan teman. Fitur tambahan seperti promo, cashback, dan loyalty program membuat dompet digital lebih dari sekadar metode pembayaran,” kata pakar fintech di Jakarta.
BACA JUGA:Derby Panas di Jakabaring: Sumsel United Wajib Menang untuk Rebut Papan Atas
Selain itu, dompet digital juga berperan dalam membentuk perilaku konsumsi yang lebih terukur. Gen Z cenderung memantau pengeluaran mereka melalui fitur dashboard di aplikasi, melihat histori transaksi, dan mengatur anggaran digital. Integrasi ini membuat mereka lebih sadar finansial sekaligus tetap fleksibel dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup, mulai dari belanja fashion, tiket hiburan, hingga pembayaran makanan dan minuman.
Tren ini juga mendorong inovasi dari penyedia dompet digital. Banyak platform kini menghadirkan fitur hiburan, edukasi, hingga sosial, seperti game, kuis interaktif, hingga donasi digital. Dengan demikian, dompet digital tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga medium interaksi sosial dan gaya hidup bagi generasi muda.
BACA JUGA:Minat WNA dan Anak Perkawinan Campuran Jadi WNI Tinggi
Tak hanya di kota besar, tren ini mulai merambah ke kota menengah di Indonesia, terutama di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Mereka melihat dompet digital sebagai solusi yang praktis untuk menghindari kebutuhan membawa uang tunai, menghemat waktu, dan mendapatkan berbagai keuntungan tambahan. Fenomena ini menegaskan bahwa digitalisasi keuangan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan Gen Z memimpin transformasi ini.
Meskipun begitu, ada tantangan yang perlu diwaspadai. Keamanan data, risiko penyalahgunaan akun, dan ketergantungan berlebihan pada teknologi menjadi perhatian. Penyedia layanan fintech terus meningkatkan sistem keamanan, edukasi pengguna, dan proteksi transaksi untuk menjaga kepercayaan konsumen.
BACA JUGA:Harga MinyaKita Masih di Atas HET di Indonesia Timur
Fenomena dompet digital sebagai bagian gaya hidup Gen Z mencerminkan bagaimana teknologi memengaruhi cara generasi muda menjalani kehidupan. Dari belanja, hiburan, hingga pengaturan keuangan, dompet digital menjadi solusi yang praktis, efisien, dan sesuai dengan karakter hidup modern. Para ahli menilai tren ini akan terus berkembang seiring inovasi fitur baru, penetrasi internet yang lebih luas, dan meningkatnya literasi digital masyarakat muda di Indonesia.
Secara keseluruhan, dompet digital bukan lagi sekadar alat transaksi, melainkan simbol gaya hidup Gen Z yang modern, praktis, dan terintegrasi dengan berbagai aspek keseharian mereka. Tren ini menunjukkan bagaimana generasi muda Indonesia memanfaatkan teknologi untuk menyesuaikan gaya hidup dengan kebutuhan, kenyamanan, dan efisiensi di era digital.