Harian OKU Selatan ID- Warga Muhammadiyah di wilayah Jawa Timur dipastikan akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal dibandingkan sebagian umat Islam lainnya di Indonesia. Mereka dijadwalkan melaksanakan Salat Id pada Jumat, 20 Maret 2026, sesuai dengan keputusan organisasi tersebut.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menyampaikan bahwa seluruh warga telah mempersiapkan diri untuk menyambut hari kemenangan. Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan, mulai dari penyiapan lokasi salat hingga koordinasi panitia di tingkat daerah.
BACA JUGA:Stasiun dan Terminal Dipadati Pemudik Jelang Lebaran 2026
Diperkirakan jutaan warga Muhammadiyah di Jawa Timur akan mengikuti Salat Id secara serentak. Pelaksanaan ibadah ini tidak hanya dilakukan di masjid atau musala, tetapi juga di berbagai lapangan terbuka yang telah disiapkan untuk menampung jumlah jamaah yang besar.
Ribuan titik lokasi Salat Id telah ditentukan dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Lokasi tersebut meliputi lapangan umum, halaman sekolah, hingga area terbuka lainnya yang dinilai mampu menampung jamaah dalam jumlah besar dengan tetap menjaga kenyamanan dan ketertiban.
BACA JUGA:Arus Mudik Mulai Memuncak, Volume Kendaraan Meningkat Tajam Jelang Lebaran 2026
Meski merayakan Lebaran lebih awal, Muhammadiyah tetap mengimbau seluruh warganya untuk menjaga toleransi dan menghormati perbedaan. Hal ini penting mengingat sebagian umat Islam lainnya masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Perbedaan dalam penentuan Hari Raya Idulfitri di Indonesia bukanlah hal baru. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi, sementara pemerintah dan sebagian organisasi lainnya mengombinasikan hisab dengan rukyatul hilal.
BACA JUGA:Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Lubuklinggau Kian Parah, Harga Melonjak Jauh dari HET Jelang Lebaran
Meski demikian, perbedaan tersebut diharapkan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, momentum Idulfitri harus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persatuan.
Pimpinan Muhammadiyah di Jawa Timur juga mengingatkan agar pelaksanaan Salat Id dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Panitia di masing-masing lokasi diminta memastikan kesiapan fasilitas, termasuk pengaturan jamaah agar ibadah dapat berlangsung dengan khidmat.
BACA JUGA:THR PPPK Paruh Waktu Ditetapkan Rp500 Ribu, Anggaran Capai Rp2,9 Miliar
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Salat Id. Kerja sama antara panitia, aparat keamanan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang kondusif.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia masih menunggu hasil sidang isbat untuk menetapkan secara resmi awal Syawal. Keputusan tersebut akan menjadi acuan bagi umat Islam secara umum di Indonesia.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, pelaksanaan Salat Id oleh warga Muhammadiyah di Jawa Timur diharapkan dapat berjalan lancar dan penuh kekhidmatan. Meskipun terdapat perbedaan waktu dalam merayakan Idulfitri, semangat kebersamaan dan toleransi tetap menjadi nilai utama yang harus dijaga.