Kemarau di Sumsel Diprediksi Mulai Mei, Berlangsung hingga 5 Bulan

Kamis 26-03-2026,20:19 WIB
Reporter : HOS
Editor : HOS

Harian OKU Selatan.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) akan mulai terjadi pada Mei 2026. Musim kering tersebut diperkirakan berlangsung cukup panjang, yakni hingga lima bulan ke depan atau sekitar Oktober 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi setempat menyampaikan bahwa peralihan musim dari penghujan ke kemarau saat ini sudah mulai terlihat di sejumlah daerah. Curah hujan yang sebelumnya cukup tinggi mulai menunjukkan penurunan secara bertahap, terutama pada akhir Maret hingga April.

BACA JUGA:Polda Sumsel Catat 30.956 Kegiatan Pengamanan Selama Operasi Ketupat Musi 2026

“Memasuki Mei, sebagian besar wilayah Sumsel diperkirakan sudah mulai memasuki musim kemarau. Puncaknya kemungkinan terjadi pada Juli hingga Agustus,” ujar perwakilan BMKG dalam keterangannya, Jumat (26/3/2026).

Menurut analisis BMKG, durasi kemarau tahun ini tergolong normal hingga sedikit lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi iklim global, termasuk fenomena El Nino yang meskipun tidak terlalu kuat, tetap berdampak pada berkurangnya intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumsel.

Beberapa daerah di Sumsel seperti Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Musi Banyuasin diprediksi akan mengalami kemarau lebih awal dibandingkan wilayah dataran tinggi seperti Pagar Alam dan Lahat. Kondisi geografis dan topografi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perbedaan waktu awal kemarau tersebut.

BMKG juga mengingatkan potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau berlangsung. Lahan gambut di wilayah Sumsel, khususnya di OKI dan Banyuasin, menjadi area yang rawan terbakar saat kondisi kering berkepanjangan.

“Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berbahaya, hal ini juga dapat memperburuk kualitas udara dan berdampak luas terhadap kesehatan,” tambahnya.

BACA JUGA:5 Daerah Sumsel Jadi Tujuan Investasi, OKI dan Palembang Tertinggi

BACA JUGA:THR Bermasalah! 67 Pekerja di Sumsel Adukan Perusahaan

Selain itu, sektor pertanian juga diperkirakan akan terdampak jika tidak dilakukan langkah antisipasi sejak dini. Petani diminta untuk menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca, termasuk memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Dinas Pertanian Sumsel telah mulai berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, termasuk penyediaan irigasi tambahan dan pompa air di wilayah yang rawan kekeringan.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk mulai menghemat penggunaan air bersih sejak dini. Dengan durasi kemarau yang cukup panjang, potensi kekurangan air bersih di beberapa daerah menjadi hal yang perlu diwaspadai.

BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca dan iklim secara berkala serta memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Pembaruan prakiraan cuaca akan disampaikan melalui kanal resmi agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipatif yang tepat.

BACA JUGA:Darurat! Jembatan Muara Kumbang Ogan Ilir Roboh, Warga Kandis Cari Cara Bertahan Menyeberang

Kategori :