Harian OKU Selatan.ID- Program Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data terbaru, jumlah peserta KB aktif di wilayah ini telah mencapai lebih dari 906 ribu orang. Dari berbagai metode kontrasepsi yang tersedia, metode suntik masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai praktis dan mudah diakses.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Selatan menyampaikan bahwa tingginya angka partisipasi ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat. Program KB dinilai tidak hanya berdampak pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga.
BACA JUGA:Pelaksanaan Program MBG di Kisam OKU Selatan Dievaluasi, Kualitas Makanan Dikeluhkan
BACA JUGA:Di Balik SAJADAH Polres OKU Selatan, Warga Menilai Hanya Formalitas
“Metode suntik masih mendominasi karena relatif mudah digunakan dan tidak memerlukan prosedur yang rumit. Selain itu, layanan ini juga tersedia luas di fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun klinik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Selain metode suntik, masyarakat juga memanfaatkan berbagai jenis alat kontrasepsi lain seperti pil KB, implan, IUD (alat kontrasepsi dalam rahim), serta metode operasi wanita (MOW) dan operasi pria (MOP). Namun, dari seluruh pilihan tersebut, metode suntik tercatat memiliki persentase pengguna paling tinggi.
Faktor kemudahan akses menjadi salah satu alasan utama tingginya penggunaan metode suntik. Di banyak daerah, terutama wilayah pedesaan, tenaga kesehatan secara aktif melakukan pelayanan KB melalui program jemput bola. Hal ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan tanpa harus datang jauh ke fasilitas kesehatan.
BACA JUGA:Bank Sumsel Babel Hadirkan Kredit Kendaraan Bermotor, Sasar ASN hingga PPPK
BACA JUGA:Aturan Baru Batasan Pembelian BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026, Mobil Pribadi Maksimal 50 Liter
Tidak hanya itu, edukasi yang dilakukan oleh petugas lapangan KB juga berkontribusi besar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Penyuluhan yang rutin dilakukan membuat pasangan usia subur lebih mengenal berbagai pilihan kontrasepsi serta manfaatnya.
Meski demikian, BKKBN tetap mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti implan dan IUD. Metode ini dinilai lebih efektif dalam jangka panjang dan dapat membantu mengurangi angka kehamilan yang tidak direncanakan.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan sosialisasi terkait metode kontrasepsi jangka panjang agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga terus berupaya mendukung program KB melalui berbagai kebijakan dan kolaborasi lintas sektor. Dukungan ini mencakup penyediaan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas tenaga medis, serta penguatan program edukasi di masyarakat.
BACA JUGA:Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Rp17.850 per Liter per 1 April 2026
BACA JUGA:Misteri dari Tahun 1974 Muncul ke Permukaan, Terungkap Setelah 50 Tahun Terkubur di Dasar Air