Banner Lebaran

Inflasi tahunan Jakarta pada Januari 2026 capai 3,96 persen

Inflasi tahunan Jakarta pada Januari 2026 capai 3,96 persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin (2/2/2026).--

Jakarta  - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan Jakarta pada Januari 2026 sebesar 3,96 persen, atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025, yaitu sebesar 0,14 persen.

"Cukup tingginya inflasi tahun ke tahun yang sebesar 3,96 persen, terutama didominasi oleh inflasi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 13,71 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin.

Tingginya inflasi Jakarta secara tahunan juga dipengaruhi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,80 persen, dan kelompok pendidikan sebesar 2,10 persen.

"Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks harga secara tahunan, hanya satu kelompok, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, sebesar 0,32 persen," kata Kadarmanto.

Dia juga merinci komoditas utama penyumbang inflasi yang memiliki andil tinggi pada inflasi tahunan, yakni tarif listrik sebesar 1,98 persen, emas perhiasan (0,84 persen), tarif airminum PAM (0,63 persen), daging ayam ras (0,09 persen), serta biaya Sekolah Menengah Pertama (0,05 persen).

Sementara secara bulanan, DKI Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,23 persen pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025, yang didominasi penurunan indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,57 persen serta transportasi sebesar 0,69 persen.

Komoditas pada kedua kelompok tersebut yang memiliki andil tinggi terhadap deflasi Jakarta, yakni cabai merah (0,09 persen), daging ayam ras (0,07 persen), bawang merah (0,06 persen), cabai rawit (0,04 persen), serta bensin (0,05 persen).

Secara nasional, perekonomian Indonesia mengalami inflasi secara tahunan sebesar 3,55 persen pada Januari 2026 akibat stimulus diskon tarif listrik yang diimplementasikan pada tahun sebelumnya.

Sumber: