Banner Lebaran

BPS proyeksikan produksi beras triwulan I 2026 capai 10,16 juta ton

BPS proyeksikan produksi beras triwulan I 2026 capai 10,16 juta ton

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono--

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi padi nasional pada periode Januari hingga Maret atau triwulan I 2026 mencapai 17,65 juta ton gabah kering giling (GKG), yang setara dengan 10,16 juta ton beras.

"Potensi produksi beras pada bulan Januari sampai dengan Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 1,39 juta ton atau 15,79 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya," ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Dijelaskan dia, potensi luas panen padi pada periode itu diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare. Luasan tersebut meningkat sekitar 0,44 juta hektare atau 15,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.‎

Peningkatan luas panen ini katanya, menjadi faktor utama pendorong kenaikan produksi padi dan beras nasional pada awal 2026.‎

Sementara itu, sepanjang tahun 2025, produksi beras nasional tercatat mencapai 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen dibandingkan tahun 2024. ‎

BPS juga melaporkan bahwa realisasi luas panen padi pada Desember 2025 mencapai 0,44 juta hektare, meningkat 22,29 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 0,36 juta hektare.‎

Dengan demikian, total luas panen padi sepanjang 2025 mencapai 11,32 juta hektare atau naik 12,69 persen secara tahunan.‎‎

Sejalan dengan kenaikan luas panen, produksi padi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,44 juta ton GKG, atau meningkat 22,23 persen dibandingkan Desember 2024. ‎

Secara kumulatif, produksi padi nasional sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton GKG, naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. ‎

Lebih lanjut, pihaknya mencatat, rata-rata produktivitas padi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 53,18 kuintal per hektare, meningkat 0,28 kuintal per hektare atau 0,54 persen dibandingkan 2024.

Selain padi, BPS melaporkan realisasi luas panen jagung pada Desember 2025 mencapai 0,16 juta hektare, naik sekitar 1,68 persen dibandingkan Desember 2024.

Ia menyampaikan secara kumulatif, luas panen jagung sepanjang 2025 mencapai 2,71 juta hektare atau meningkat 6,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.‎‎

Secara rinci ia menjelaskan, produksi jagung pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen, turun 3,47 persen dibandingkan Desember 2024.

Namun demikian, secara keseluruhan produksi jagung nasional sepanjang 2025 mencapai 16,16 juta ton atau meningkat 6,74 persen dibandingkan tahun 2024.

Sumber: