Dukung Translokasi Gajah Sumatera, Pemkab OKU Selatan Tegaskan Komitmen Jaga Habitat
Asisten II Setda OKU Selatan Zulfakar Dhani memimpin rapat koordinasi rencana translokasi Gajah Sumatera bersama BKSDA Sumsel dan jajaran terkait di Ruang Nagara Bhakti, Kamis (12/02/2026).-Fhoto:Ist-
Harianokus.com– Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang merupakan satwa dilindungi dan memiliki habitat utama di wilayah OKU Selatan. Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap rencana translokasi kelompok gajah Meisida ke Suaka Margasatwa (SM) Gunung Raya.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda OKU Selatan, Zulfakar Dhani, S.Sos., dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Nagara Bhakti, Kamis (12/02/2026). Rapat ini bertujuan untuk mematangkan rencana dan teknis pelaksanaan translokasi agar berjalan aman, terukur, serta tidak menimbulkan dampak negatif, baik bagi masyarakat maupun satwa yang akan dipindahkan.
BACA JUGA:Wabup Misnadi Hadiri Harlah 100 NU dan HUT ke-22 OKU Selatan
BACA JUGA:Komisi III DPRD OKU Selatan Kunjungi BP3MI Sumsel, Perkuat Perlindungan PMI
Zulfakar menegaskan bahwa translokasi ini harus direncanakan secara matang, mengingat gajah-gajah yang akan dipindahkan merupakan satwa endemik yang habitat aslinya berada di wilayah OKU Selatan. Oleh sebab itu, seluruh tahapan pelaksanaan harus memperhatikan aspek keselamatan, konservasi, serta pencegahan konflik antara manusia dan satwa liar.
“Kita harus menyiapkan skenario dengan cermat. Jangan sampai dalam proses translokasi justru menimbulkan permasalahan baru, baik bagi masyarakat maupun bagi gajah itu sendiri. Maka, perlu disiapkan beberapa alternatif rencana untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga,” ujar Zulfakar.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan serupa yang pernah dilakukan, baik di OKU Selatan maupun di daerah lain, sebagai bahan pembelajaran agar proses translokasi ini dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat di wilayah yang akan dilalui jalur translokasi menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah meminta seluruh jajaran terkait, mulai dari camat, kepala desa, aparat kepolisian, hingga TNI, untuk aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di lokasi penampungan sementara dan mematuhi seluruh prosedur keamanan.
“Kami mengimbau agar rencana ini benar-benar disampaikan kepada masyarakat. Informasi di lapangan harus terus diperbarui agar bisa segera ditindaklanjuti jika terjadi kendala,” tegasnya.
BACA JUGA:Pembangunan Infrastruktur Sumsel Digenjot, Akses Transportasi ke Desa Terpencil Makin Lancar
BACA JUGA:Kuliner Tradisional Kian Diminati, Pelaku UMKM di OKU Selatan Raup Omzet Meningkat
Sementara itu, perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Kepala Seksi Konservasi, Yusmono, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa selama ini kelompok gajah betina tersebut sering berkeliaran di wilayah Kecamatan Buay Pemaca dan Buana Pemaca, sehingga beberapa kali memicu interaksi negatif dengan masyarakat.
Sumber:
