Tren Kuliner 2026: Perpaduan Rasa Lokal dan Inovasi Modern Kian Digemari

Tren Kuliner 2026: Perpaduan Rasa Lokal dan Inovasi Modern Kian Digemari

Pengunjung menikmati aneka kuliner tradisional dengan sentuhan modern di salah satu pusat jajanan kota, menampilkan perpaduan makanan khas Nusantara dan konsep penyajian kekinian yang tengah menjadi tren 2026.--

Harian OKU Selatan.ID - Industri kuliner Indonesia terus menunjukkan geliat positif di awal 2026. Berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya menjadi pusat pertumbuhan usaha makanan dan minuman dengan konsep yang semakin kreatif dan inovatif. Tren terbaru menunjukkan perpaduan cita rasa tradisional Nusantara dengan sentuhan modern semakin diminati masyarakat, khususnya generasi muda.

Salah satu yang tengah naik daun adalah olahan makanan tradisional yang dikemas dengan tampilan kekinian. Contohnya, nasi liwet dengan topping premium seperti wagyu atau seafood, hingga jajanan pasar yang disajikan dalam bentuk dessert box. Pelaku usaha memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi utama, sehingga tampilan visual makanan menjadi faktor penting dalam menarik konsumen.

BACA JUGA:Wapres Gibran Apresiasi Umat Konghucu di Imlek 2577, Perkuat Kerukunan

Selain itu, minuman berbasis kopi dan teh tetap mendominasi pasar. Namun, kini muncul variasi baru seperti kopi gula aren dengan tambahan rempah khas Indonesia, serta minuman herbal modern yang diklaim menyehatkan. Tren gaya hidup sehat juga mendorong peningkatan permintaan makanan rendah gula, plant-based, dan berbahan organik.

Menurut sejumlah pelaku UMKM kuliner, daya beli masyarakat mulai stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada peningkatan omzet, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Festival kuliner yang digelar di berbagai daerah juga turut mendongkrak penjualan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

BACA JUGA:Muhaimin: Data PBI BPJS Terus Diperbarui agar Tepat Sasaran

Di sisi lain, tantangan tetap ada. Kenaikan harga bahan baku seperti beras, cabai, dan daging memaksa pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian harga. Meski demikian, inovasi menu dan strategi promosi kreatif menjadi kunci agar pelanggan tetap setia.

Pengamat ekonomi kreatif menilai sektor kuliner masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sektor ini juga mendorong pertumbuhan industri pendukung seperti pertanian, perikanan, hingga logistik.

BACA JUGA:Warga Lingkungan 7 Pasar Lama Gotong Royong Bersihkan Jalan dan Benahi Pos Kamling

Tren lainnya yang berkembang adalah konsep open kitchen dan live cooking yang memberikan pengalaman interaktif bagi pelanggan. Restoran dan kafe berlomba menghadirkan suasana nyaman dan instagramable untuk menarik pengunjung, terutama dari kalangan anak muda.

Dengan potensi pasar domestik yang besar dan kekayaan kuliner yang beragam, industri makanan dan minuman Indonesia diprediksi akan terus berkembang sepanjang 2026. Inovasi, kualitas rasa, dan adaptasi terhadap tren menjadi kunci utama bagi pelaku usaha untuk bertahan dan bersaing di tengah dinamika pasar.

BACA JUGA:Wakil Bupati OKU Selatan Resmikan Mushalla Imam Asy Syafi’i di Desa Pagar Dewa

Sumber: