Jelang Ramadhan, Gas Elpiji 3 Kg di OKU Selatan Langka dan Mahal, Warga Mengeluh

Jelang Ramadhan, Gas Elpiji 3 Kg di OKU Selatan Langka dan Mahal, Warga Mengeluh

-Fhoto: Ist-

Harianokus.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram kembali dikeluhkan oleh masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Kondisi ini dirasakan warga dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Kecamatan Muaradua dan sekitarnya.

Fenomena langkanya gas elpiji 3 kg disebut hampir selalu terjadi setiap tahun saat mendekati momen hari besar keagamaan, khususnya menjelang puasa dan Idul Fitri. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari, sementara harga di tingkat pengecer melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA:Ratusan Pemuda Masjid Padati Terminal Muaradua, Semarakkan Pawai Sambut Ramadhan 1447 H

BACA JUGA:Konser Musik Nasional 2026 Makin Meriah, Musisi Tanah Air Ramaikan Tur ke Berbagai Kota

Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu warung ke warung lain untuk mencari gas elpiji bersubsidi. Namun, upaya tersebut sering kali tidak membuahkan hasil. Kalaupun tersedia, harga yang ditawarkan dinilai sangat memberatkan, bahkan mencapai dua kali lipat dari harga normal.

“Setiap nak puaso dan nak lebaran, gas 3 kilo selalu langka dan mahal. Kami jadi susah nak masak. Kadang harus mutar-mutar dulu cari gas, tapi seringnya kosong,” ujar salah seorang warga Muaradua, Selasa (17/02/2026).

BACA JUGA:Kuliner Khas Palembang Kian Diburu Wisatawan, Pempek hingga Tekwan Jadi Primadona

BACA JUGA:Wapres Gibran Apresiasi Umat Konghucu di Imlek 2577, Perkuat Kerukunan

Warga lainnya juga menyampaikan keluhan serupa. Ia mengaku terpaksa membeli gas dengan harga tinggi karena tidak memiliki alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan dapur.

“Harga biasanya cuma sekitar Rp18 ribu sampai Rp20 ribu, tapi sekarang bisa sampai Rp30 ribu bahkan lebih. Mau tidak mau kami beli karena memang butuh,” katanya.

BACA JUGA:Wapres Gibran Apresiasi Umat Konghucu di Imlek 2577, Perkuat Kerukunan

BACA JUGA:Kanada: Hubungan dengan China Diperbarui Pasca Kebijakan Bebas Visa

Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat gas elpiji 3 kg merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro. Lonjakan harga dan kelangkaan pasokan dinilai sangat membebani warga, terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadhan.

Warga juga menyoroti masih terlihatnya kendaraan pengangkut gas elpiji yang lalu lalang di jalanan. Namun, kenyataannya, gas justru sulit diperoleh di tingkat pengecer. Hal ini memunculkan dugaan adanya distribusi yang tidak merata atau potensi penyimpangan di lapangan.

Sumber:

Berita Terkait