Polda Sumsel Selidiki Video Dugaan TPPO di Kamboja
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi--
PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video viral yang memperlihatkan sejumlah warga diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Video tersebut ramai di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam video berdurasi beberapa menit itu, tampak beberapa pria yang mengaku berasal dari Sumsel meminta pertolongan agar dapat dipulangkan ke Indonesia. Mereka menyebut awalnya tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji besar di luar negeri. Namun setibanya di negara tujuan, pekerjaan yang dijanjikan tidak sesuai dan mereka mengaku mengalami tekanan serta pembatasan komunikasi.
BACA JUGA:Mudah! Begini Cara Cek Desil dan Status Bansos 2026 Lewat NIK di Situs Kemensos
Kabid Humas Polda Sumsel menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait video tersebut dan langsung melakukan penyelidikan awal. Polisi menelusuri identitas para korban, pihak yang merekrut, hingga jalur keberangkatan mereka ke luar negeri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mengungkap kemungkinan adanya jaringan perdagangan orang yang terorganisir.
“Setiap informasi yang beredar di masyarakat akan kami dalami. Jika terbukti ada unsur tindak pidana perdagangan orang, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar perwakilan kepolisian dalam keterangannya, Rabu (19/2/2026).
BACA JUGA:Hasil Rukyatul Hilal Kemenag: 1 Ramadhan 1447 H Diperkirakan Jatuh Kamis, 19 Februari 2026
Polda Sumsel juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Kementerian Luar Negeri, guna memastikan kondisi para warga yang berada di Kamboja. Koordinasi lintas lembaga dinilai penting untuk mempercepat proses verifikasi serta upaya pemulangan jika benar mereka merupakan korban.
Kasus dugaan TPPO dengan modus tawaran kerja di luar negeri memang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Para pelaku biasanya menjanjikan pekerjaan di sektor administrasi, teknologi, atau layanan pelanggan dengan iming-iming gaji tinggi. Namun setibanya di negara tujuan, korban justru diduga dipaksa bekerja di sektor yang berbeda dan berada dalam pengawasan ketat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi. Warga diminta memastikan legalitas perusahaan perekrut serta kelengkapan dokumen sebelum memutuskan berangkat. Polisi juga membuka layanan pengaduan bagi keluarga yang merasa anggota keluarganya menjadi korban praktik serupa.
Sementara itu, sejumlah keluarga di Sumsel mengaku cemas setelah mengenali wajah kerabat mereka dalam video yang beredar. Mereka berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat segera memastikan kondisi para korban dan memfasilitasi pemulangan ke tanah air.
BACA JUGA:Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Muaradua Kompak Gelar Kerja Bakti Sambut Ramadan
Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk perdagangan orang. Penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya sindikat yang beroperasi lintas daerah maupun lintas negara. Aparat juga tidak menutup kemungkinan menetapkan tersangka apabila ditemukan bukti kuat adanya perekrutan ilegal dan eksploitasi.
Sumber:
