BANNER RAMADHAN KOMINFO

Pemerintah Percepat Program Digitalisasi Sekolah, Targetkan 10 Ribu Unit Tahun Ini

Pemerintah Percepat Program Digitalisasi Sekolah, Targetkan 10 Ribu Unit Tahun Ini

Dengan percepatan digitalisasi, pemerintah berharap kualitas pendidikan Indonesia semakin merata dan adaptif terhadap perkembangan teknologi--

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia mempercepat program digitalisasi sekolah dengan menargetkan 10 ribu satuan pendidikan menerima bantuan perangkat teknologi sepanjang tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital.

Menteri Pendidikan menyampaikan bahwa digitalisasi sekolah tidak hanya sebatas pembagian perangkat seperti laptop dan proyektor, tetapi juga mencakup penguatan infrastruktur internet, pelatihan guru, serta pengembangan konten pembelajaran interaktif. “Transformasi digital di sektor pendidikan adalah kebutuhan mendesak agar siswa kita mampu bersaing di era global,” ujarnya dalam peluncuran program di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

BACA JUGA:Jalan Berlubang Bikin Resah, Sekda OKUS Ambil Alih Penanganan

Program ini akan difokuskan pada sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih memiliki keterbatasan akses teknologi. Pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta sejumlah penyedia layanan internet untuk memastikan ketersediaan jaringan di wilayah tersebut.

Selain perangkat keras, kementerian juga menyiapkan platform pembelajaran digital yang dapat diakses guru dan siswa secara gratis. Platform ini memuat materi interaktif, video pembelajaran, serta sistem evaluasi daring yang dirancang untuk mendukung Kurikulum Nasional terbaru.

Menurut data kementerian, hingga akhir 2025 sekitar 65 persen sekolah telah memiliki akses internet memadai. Namun masih terdapat kesenjangan antara sekolah di perkotaan dan pedesaan. Melalui percepatan program ini, pemerintah menargetkan kesenjangan tersebut dapat ditekan secara signifikan dalam dua tahun ke depan.

BACA JUGA:Pengungkapan Kasus Korupsi Dana Proyek Daerah, Tiga Pejabat Ditetapkan Tersangka

Para guru menyambut positif kebijakan ini, meski berharap pelatihan penggunaan teknologi dilakukan secara merata. “Perangkat sudah ada, tapi pelatihan harus konsisten agar pemanfaatannya optimal,” ujar seorang kepala sekolah di Jawa Tengah.

Pengamat pendidikan menilai digitalisasi sekolah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran jika diiringi pengawasan dan evaluasi berkelanjutan. Mereka menekankan pentingnya keamanan data serta literasi digital bagi siswa agar terhindar dari dampak negatif penggunaan internet.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Dua Mahasiswa Diduga Terlibat Perdagangan Orang

Pemerintah juga memastikan pengadaan perangkat dilakukan secara transparan melalui sistem e-catalog untuk menghindari potensi penyimpangan anggaran. Anggaran program ini bersumber dari APBN serta dukungan skema pembiayaan pendidikan nasional.

BACA JUGA:Waw! Harga Elpiji 3 Kg di Curup Tanjung Durian Tembus Rp30 Ribu, Warga Mengeluh

Dengan percepatan digitalisasi, pemerintah berharap kualitas pendidikan Indonesia semakin merata dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Program ini juga diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Sumber: