BANNER RAMADHAN KOMINFO

Pemerintah Perkuat Layanan Puskesmas dan Skrining Dini Penyakit Tidak Menular

Pemerintah Perkuat Layanan Puskesmas dan Skrining Dini Penyakit Tidak Menular

Pemerintah memperkuat layanan puskesmas dan skrining dini penyakit tidak menular guna menekan angka kasus diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.--

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memperkuat layanan puskesmas di seluruh Indonesia dengan fokus pada deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kasus PTM yang kini menjadi penyebab kematian tertinggi di Tanah Air.

Menteri Kesehatan menyatakan bahwa penguatan layanan primer menjadi kunci dalam mencegah beban biaya kesehatan yang lebih besar di masa depan. Puskesmas didorong aktif melakukan skrining rutin kepada masyarakat, terutama kelompok usia produktif dan lanjut usia.

BACA JUGA:Jelang Nataru, Disbudpar OKUS Minta UPT Tingkatkan Pelayanan Pariwisata

“Kita ingin pendekatan kesehatan lebih preventif daripada kuratif. Skrining dini sangat penting agar penyakit dapat ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi serius,” ujarnya dalam konferensi pers.

Program skrining ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga indeks massa tubuh. Selain itu, edukasi pola hidup sehat juga digencarkan melalui kegiatan posyandu, penyuluhan di sekolah, serta kampanye media sosial.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tinggi gula serta lemak menjadi faktor utama meningkatnya kasus PTM. Oleh karena itu, pemerintah juga mendorong gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) agar lebih masif di tingkat desa dan kelurahan.

BACA JUGA:Pemkab OKU Selatan Imbau Masyarakat Waspada Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

Di sisi lain, digitalisasi layanan kesehatan turut diperkuat. Rekam medis elektronik mulai diterapkan di sejumlah fasilitas kesehatan guna mempermudah pemantauan riwayat pasien. Dengan sistem ini, pasien dapat memperoleh layanan lebih cepat dan terintegrasi.

Pemerintah daerah menyambut baik kebijakan tersebut. Beberapa puskesmas telah mulai melakukan pemeriksaan rutin gratis setiap akhir pekan untuk menarik partisipasi masyarakat. Antusiasme warga cukup tinggi, terutama mereka yang sebelumnya jarang memeriksakan kondisi kesehatan.

BACA JUGA:Dompet Digital Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Gen Z

Pengamat kesehatan masyarakat menilai bahwa langkah preventif akan berdampak signifikan jika disertai perubahan perilaku masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tempat kerja, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.

Selain fokus pada PTM, pemerintah juga memastikan ketersediaan vaksin rutin dan obat-obatan esensial tetap terjaga. Distribusi logistik kesehatan dipantau secara ketat untuk mencegah kekosongan stok di fasilitas layanan primer.

BACA JUGA:Derby Panas di Jakabaring: Sumsel United Wajib Menang untuk Rebut Papan Atas

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan skrining gratis yang tersedia dan tidak menunggu hingga muncul gejala berat. Deteksi dini dinilai mampu menekan risiko komplikasi serta menurunkan angka kematian akibat penyakit kronis.

Sumber: