Kasus ISPA Meningkat Saat Perubahan Cuaca, Dinas Kesehatan Imbau Warga Gunakan Masker
Dinas kesehatan mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan menggunakan masker saat bergejala.--
JAKARTA – Dinas kesehatan di sejumlah daerah melaporkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa pekan terakhir. Perubahan cuaca yang tidak menentu, kualitas udara yang menurun, serta daya tahan tubuh yang melemah menjadi faktor utama lonjakan kasus.
Menurut keterangan pejabat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri dan mudah menular melalui droplet saat batuk atau bersin.
BACA JUGA:Pemerintah Perkuat Layanan Puskesmas dan Skrining Dini Penyakit Tidak Menular
“Perubahan cuaca ekstrem dan kualitas udara yang kurang baik membuat masyarakat lebih rentan terkena ISPA, terutama anak-anak dan lansia,” ujar perwakilan Kemenkes dalam keterangan resminya.
Gejala ISPA umumnya meliputi batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, dan sesak napas ringan. Pada kasus tertentu, terutama pada kelompok rentan, infeksi dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia apabila tidak ditangani dengan baik.
BACA JUGA:Jelang Nataru, Disbudpar OKUS Minta UPT Tingkatkan Pelayanan Pariwisata
Dinas kesehatan daerah mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan batuk dan flu di puskesmas maupun klinik dalam dua minggu terakhir. Meski sebagian besar kasus tergolong ringan, masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan segera memeriksakan diri jika gejala memburuk.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk kembali membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai, serta menjaga kebersihan lingkungan.
BACA JUGA:Pemkab OKU Selatan Imbau Masyarakat Waspada Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem
Selain itu, asupan gizi seimbang dan istirahat cukup sangat penting untuk menjaga sistem imun tetap optimal. Konsumsi buah, sayur, serta air putih yang cukup dianjurkan guna membantu tubuh melawan infeksi.
Kementerian Kesehatan juga menegaskan bahwa fasilitas layanan kesehatan telah disiagakan untuk menangani peningkatan kasus ISPA. Stok obat-obatan dasar dan vitamin disebut dalam kondisi aman.
BACA JUGA:Dompet Digital Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Gen Z
Pengamat kesehatan masyarakat menyarankan agar sekolah dan perkantoran memperhatikan ventilasi ruangan serta memastikan sirkulasi udara berjalan baik. Lingkungan tertutup dengan ventilasi minim dinilai dapat mempercepat penyebaran virus pernapasan.
Sementara itu, masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada. Jika mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas, atau kondisi tubuh semakin melemah, segera lakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat.
Sumber:
