BANNER RAMADHAN KOMINFO

Arus Mudik Mulai Memuncak, Volume Kendaraan Meningkat Tajam Jelang Lebaran 2026

Arus Mudik Mulai Memuncak, Volume Kendaraan Meningkat Tajam Jelang Lebaran 2026

Kepadatan terjadi di jalur tol dan arteri, sementara aparat menerapkan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik.--

Jakarta — Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H-3 Idulfitri. Volume kendaraan yang keluar dari wilayah perkotaan, khususnya Jakarta dan sekitarnya, terpantau melonjak tajam sejak pagi hari. Kondisi ini menandai dimulainya puncak arus mudik yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Berdasarkan pantauan di sejumlah ruas tol utama, seperti Tol Trans Jawa dan jalur arteri nasional, terjadi kepadatan kendaraan di berbagai titik. Ribuan kendaraan pribadi, bus, hingga kendaraan logistik tampak memadati jalur menuju berbagai daerah di Pulau Jawa maupun Sumatera.

BACA JUGA:Lakalantas Saat Mudik, 17 Kejadian Terjadi di Sumsel Selama Operasi Ketupat Musi 2026

Petugas di lapangan menyebutkan bahwa lonjakan kendaraan sudah mulai terjadi sejak dini hari dan terus meningkat hingga siang dan malam. Beberapa gerbang tol utama dilaporkan mengalami antrean panjang akibat tingginya volume kendaraan yang melintas.

“Kendaraan yang keluar dari Jabodetabek meningkat drastis dibanding hari biasa. Ini menunjukkan masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan puncak,” ujar salah satu petugas.

Kepadatan tidak hanya terjadi di jalan tol, tetapi juga di jalur arteri. Sejumlah titik rawan macet seperti kawasan pasar tumpah, persimpangan, dan jalur sempit menjadi penyumbang utama perlambatan arus lalu lintas. Di beberapa daerah, kendaraan bahkan harus bergerak perlahan dalam waktu yang cukup lama.

BACA JUGA:Kasus Narkoba Masih Jadi Perhatian Serius di Sumatera Selatan

Untuk mengatasi kepadatan, aparat kepolisian bersama instansi terkait telah memberlakukan berbagai rekayasa lalu lintas. Sistem satu arah (one way), contraflow, hingga pembatasan kendaraan berat diterapkan secara situasional guna memperlancar arus kendaraan.

Selain itu, petugas juga disiagakan di berbagai titik strategis untuk mengatur lalu lintas dan membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan. Posko pelayanan dan pos pengamanan didirikan untuk memberikan layanan kesehatan, informasi, serta tempat istirahat bagi pemudik.

BACA JUGA:THR PPPK Paruh Waktu Ditetapkan Rp500 Ribu, Anggaran Capai Rp2,9 Miliar

Di sisi lain, lonjakan arus mudik juga terjadi pada moda transportasi umum. Stasiun kereta api, terminal bus, dan bandara dipadati penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman. Banyak pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari puncak kepadatan yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan. Pemudik diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik serta tidak memaksakan diri berkendara saat lelah. Istirahat secara berkala di rest area sangat dianjurkan guna menjaga keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan terburu-buru, patuhi aturan lalu lintas, dan manfaatkan fasilitas yang telah disediakan,” imbau petugas.

BACA JUGA:Pemerintah Tarik Utang Baru, APBN Alami Defisit

Sumber: