BANNER RAMADHAN KOMINFO

Inflasi Diprediksi Naik Tipis di 2026, Pemerintah Pastikan Tetap Terkendali

Inflasi Diprediksi Naik Tipis di 2026, Pemerintah Pastikan Tetap Terkendali

Pemerintah melalui Airlangga Hartarto memprediksi inflasi 2026 akan mengalami kenaikan tipis akibat berakhirnya sejumlah subsidi dan meningkatnya konsumsi masyarakat. Meski demikian, inflasi dipastikan tetap dalam batas aman dan terkendali.--

Harian OKU Selatan.ID- Pemerintah memprediksi tingkat inflasi nasional akan mengalami kenaikan tipis pada tahun 2026 dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, kenaikan tersebut diyakini masih berada dalam batas aman dan terkendali sehingga tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa salah satu faktor utama yang memicu potensi kenaikan inflasi adalah perubahan kebijakan subsidi, termasuk tidak adanya lagi program diskon tarif listrik seperti yang sempat diberlakukan pada awal tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5%

Menurut Airlangga, kebijakan tersebut sebelumnya berperan cukup besar dalam menekan laju inflasi. Dengan berakhirnya insentif tersebut, tekanan terhadap harga barang dan jasa diperkirakan akan sedikit meningkat, terutama pada kelompok pengeluaran rumah tangga.

“Inflasi memang diperkirakan sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, salah satunya karena tidak ada lagi diskon listrik. Namun, angkanya tetap dalam kisaran target pemerintah,” ujar Airlangga dalam keterangannya.

BACA JUGA:Gus Ipul: Bansos Tak Kena Efisiensi Anggaran, Presiden Siap Tambah Jika Dibutuhkan

Selain faktor subsidi energi, kenaikan inflasi juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Tradisi konsumsi yang tinggi pada momen tersebut sering kali mendorong kenaikan harga bahan pokok, seperti beras, daging, telur, dan kebutuhan lainnya.

Namun demikian, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah juga menggandeng berbagai pihak, termasuk distributor dan pelaku usaha, untuk menjaga kelancaran distribusi barang.

BACA JUGA:Stok BBM dan LPG di Sumsel Dipastikan Aman Jelang Lebaran 2026

Selain itu, operasi pasar dan program bantuan pangan terus digencarkan guna menekan lonjakan harga di tingkat konsumen. Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani kenaikan harga yang signifikan.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga berperan dalam menjaga stabilitas inflasi melalui kebijakan moneter yang terukur. Koordinasi antara pemerintah dan bank sentral dinilai menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi.

BACA JUGA:Pencairan THR Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Daya Beli Masyarakat Meningkat

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan harga secara berkala dan siap mengambil langkah cepat jika terjadi gejolak di pasar. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying yang justru dapat memperburuk kondisi harga.

“Kami pastikan stok aman dan distribusi lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir, belanja sesuai kebutuhan saja,” katanya.

Sumber: