Meski Diguyur Hujan, Situasi OKU Selatan Tetap Aman dan Kondusif
Cuaca hujan, pengamanan Paskah, dan aktivitas warga mewarnai kondisi OKU Selatan hari in--
OKU SELATAN – Sejumlah peristiwa penting mewarnai Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan pada hari ini, Minggu (5/4/2026). Mulai dari kondisi cuaca, pengamanan perayaan keagamaan, hingga aktivitas masyarakat menjadi sorotan utama.
Cuaca di wilayah OKU Selatan hari ini didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Bahkan, pada beberapa titik seperti Muaradua dan sekitarnya, hujan turun sejak siang hingga sore hari. Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan tergenang air, meskipun tidak sampai menyebabkan banjir besar. Warga diminta tetap berhati-hati, terutama pengendara yang melintasi jalan licin dan rawan genangan.
BACA JUGA:BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang
BACA JUGA:Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Berduka
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan petir yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Perubahan cuaca yang tidak menentu ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar rumah.
Di sisi lain, perayaan Hari Paskah di OKU Selatan berlangsung aman dan khidmat. Aparat kepolisian bersama TNI melakukan pengamanan di sejumlah gereja guna memastikan ibadah berjalan lancar. Kehadiran petugas di lokasi ibadah memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang merayakan hari besar keagamaan tersebut.
Kapolres OKU Selatan menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar seluruh kegiatan ibadah dapat berlangsung tanpa gangguan. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.
BACA JUGA:Jalan Pemkab OKU Selatan Tergenang, BPBD Imbau Warga Hindari Lokasi
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Ancam Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diminta Waspada Bencana
Sementara itu, aktivitas masyarakat di pasar tradisional tetap berjalan normal meskipun diguyur hujan. Sejumlah pedagang mengaku penjualan sedikit menurun karena cuaca, namun kebutuhan pokok masih tersedia dengan harga yang relatif stabil. Komoditas seperti cabai, bawang, dan beras masih menjadi kebutuhan utama warga.
Di sektor lain, warga di beberapa desa masih menyesuaikan diri dengan jadwal pemadaman listrik bergilir yang sebelumnya telah diumumkan oleh pihak PLN. Pemadaman ini dilakukan dalam rangka pemeliharaan jaringan listrik guna meningkatkan keandalan pasokan listrik ke depannya.
Meski sempat dikeluhkan, sebagian warga memahami langkah tersebut sebagai upaya perbaikan layanan. Namun demikian, masyarakat berharap jadwal pemadaman dapat lebih teratur dan tidak mengganggu aktivitas utama, terutama bagi pelaku usaha kecil.
BACA JUGA:Pemerintah Kantongi SAL Rp 420 Triliun, Jadi Bantalan Hadapi Gejolak Ekonomi Global
BACA JUGA:MBG di OKU Selatan Jadi Perhatian, Daerah Terpencil Belum Terjangkau
Sumber:
