Menu MBG Dikeluhkan! Warga Talang Padang Sebut Ayam Tak Layak Konsumsi
Menu MBG di Talang Padang, OKU Selatan, dikeluhkan warga karena ayam yang disajikan diduga tidak layak konsumsi. Masyarakat minta evaluasi segera.--
Harian OKU Selatan.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, justru menuai keluhan di wilayah Talang Padang, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan. Warga setempat menilai menu yang disajikan tidak layak konsumsi, terutama pada lauk ayam yang dianggap bermasalah.
Keluhan ini mencuat setelah sejumlah warga dan orang tua siswa mengungkapkan kondisi makanan yang diterima anak-anak mereka. Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa ayam yang disajikan berbau tidak sedap, dengan tekstur yang tidak segar, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.
BACA JUGA:Pemerintah Tetap Turunkan Biaya Haji Meski Harga Avtur Naik, Ini Alasannya
BACA JUGA:Tragis! Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung di Lahat, Warga Geger
“Anak kami sempat tidak mau makan, katanya ayamnya bau dan tidak enak. Kami jadi khawatir kalau sampai berdampak buruk,” ujar salah satu warga Talang Padang yang enggan disebutkan namanya.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama bagi pelajar. Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum maksimal. Warga berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap kualitas bahan makanan serta proses distribusi.
Selain masalah kualitas ayam, beberapa warga juga menyoroti penyajian makanan yang dinilai kurang higienis. Hal ini semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap standar keamanan pangan dalam program tersebut.
BACA JUGA:Kadinsos OKU Selatan Tunjukkan Kepedulian Tinggi, Aktif Bantu Warga dan Perkuat Layanan Sosial
BACA JUGA:Musim Duku Mulai Tiba di OKU Selatan, Harga Awal Tembus Rp15 Ribu per Kilo
Di sisi lain, pihak terkait hingga saat ini belum memberikan penjelasan resmi terkait keluhan tersebut. Namun, masyarakat mendesak agar instansi yang bertanggung jawab segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
“Program ini sebenarnya bagus, tapi kalau pelaksanaannya seperti ini, tentu sangat disayangkan. Harus ada perbaikan,” tambah warga lainnya.
Pengamat lokal menilai, kasus ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada pelaksanaan program, tetapi juga memastikan kualitas dan manfaat yang diterima masyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar seperti makanan, harus memenuhi standar kelayakan dan kesehatan.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG akan menurun. Padahal, tujuan utama program ini adalah untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi muda.
Masyarakat berharap adanya transparansi dalam pengelolaan program, termasuk pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi. Selain itu, pengawasan dari dinas terkait juga dinilai perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
Sumber:
