The Washington Post Umumkan PHK Besar-besaran, Ratusan Jurnalis Terdampak

Kamis 05-02-2026,17:29 WIB
Reporter : HOS
Editor : HOS

Washington DC - Media terkemuka Amerika Serikat (AS), The Washington Post, yang kini dimiliki oleh miliarder pendiri Amazon, Jeff Bezos, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran pada Rabu (4/2) waktu setempat. Ratusan jurnalis yang bekerja untuk surat kabar bersejarah itu diberhentikan.

‎Dalam pengumumannya, seperti dilansir AFP, Kamis (5/2/2026), The Washington Post mengatakan bahwa restrukturisasi yang "menyakitkan" diperlukan, untuk surat kabar yang mendapatkan status legendaris ketika pemberitaannya membantu menjatuhkan Presiden AS Richard Nixon dalam skandal Watergate.

‎Pemimpin Redaksi The Washington Post, Matt Murray, mengatakan bahwa surat kabar terkemuka AS itu akan mengalami pengurangan "substansial" di ruang redaksinya.

‎Penyusutan The Washington Post terjadi ketika media tradisional utama di AS menghadapi tekanan hebat dari Presiden Donald Trump, yang secara rutin mencela jurnalis sebagai "fake news" dan telah meluncurkan beberapa gugatan hukum terkait liputan soal kepresidenannya.

‎Bezos, salah satu orang terkaya di dunia yang membeli The Washington Post dari pemilik lamanya pada tahun 2013 lalu, telah menjadi semakin dekat dengan Trump di masa jabatan kedua Presiden AS tersebut.

‎Baru-baru ini, Amazon yang dimiliki Bezos secara kontroversial membayar Ibu Negara AS, Melania Trump, sebesar US$ 40 juta untuk sebuah film dokumenter berjudul "Melania" yang tayang tahun ini, beserta dengan US$ 35 juta lainnya untuk pemasaran film tersebut.

‎Murray, dalam sebuah pernyataan kepada karyawan, mengatakan bahwa perubahan dalam The Washington Post mencerminkan perubahan ekonomi yang radikal bagi media berita.

‎"Hal ini akan membantu mengamankan masa depan kita... dan memberikan kita stabilitas ke depan," kata Murray.

‎Struktur perusahaan terlalu berakar pada era yang berbeda, ketika kita adalah produk cetak lokal yang dominan. Dan meskipun kita menghasilkan banyak karya yang sangat baik, kita terlalu sering menulis dari satu perspektif, untuk satu segmen audiens," sebutnya.

‎Pihak The Washington Post tidak mengungkapkan jumlah karyawan atau jurnalis yang di-PHK. Namun laporan media terkemuka AS lainnya, New York Times, menyebut ada sekitar 300 jurnalis, dari total 800 jurnalis The Washington Post, yang diberhentikan.

‎Sebagian besar jurnalis surat kabar itu yang bertugas di luar negeri diberhentikan, termasuk seluruh tim jurnalis di Timur Tengah dan koresponden Ukraina yang berbasis di Kyiv.

‎Menurut laporan media lokal AS, departemen olahraga, grafis, dan berita lokal dikurangi secara drastis, dan podcast harian surat kabar itu, yang disebut Post Reports, ditangguhkan.

‎Murray, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa The Washington Post sekarang akan fokus pada politik, keamanan nasional, teknologi, investigasi, dan bisnis, di antara topik-topik lainnya.

‎Merespons pengumuman tersebut, serikat pekerja yang mewakili banyak jurnalis The Washington Post menyerukan kepada para pendukung surat kabar itu untuk berunjuk rasa di luar kantor pusatnya di Washington pada Kamis (5/2) siang waktu setempat.

‎"PHK ini bukanlah hal yang tak terhindarkan. Ruang redaksi tidak dapat dikosongkan tanpa konsekuensi terhadap kredibilitas, jangkauan, dan masa depannya," demikian pernyataan serikat pekerja tersebut.

‎Mantan pemimpin redaksi The Washington Post yang menjabat hingga tahun 2021, Marty Baron, menyebut pengumuman PHK itu sebagai "salah satu hari terkelam dalam sejarah salah satu organisasi berita terbesar di dunia".

Tags :
Kategori :

Terkait