Dampak Cuaca Ekstrem Jadi Obrolan Netizen, Banjir hingga Sekolah Daring Ramai Dibahas

Rabu 25-02-2026,19:49 WIB
Reporter : HOS
Editor : HOS

JAKARTA – Dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat. Tagar terkait cuaca ekstrem pun sempat menjadi trending topic di berbagai platform digital.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat di sejumlah daerah, termasuk wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Sumatra. Intensitas curah hujan tinggi dipicu oleh dinamika atmosfer seperti gelombang ekuatorial dan peningkatan aktivitas awan konvektif.

BACA JUGA:Dugaan Kasus TPPO Viral, 13 Perempuan Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang

Di Makassar, Makassar, banjir dilaporkan merendam sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman. Beberapa sekolah bahkan memutuskan untuk memberlakukan pembelajaran jarak jauh sementara waktu demi keselamatan siswa. Video genangan air setinggi lutut hingga arus deras di jalan raya banyak dibagikan warga dan menjadi viral.

Tak hanya di Makassar, beberapa wilayah di Jawa Barat juga dilaporkan mengalami longsor akibat hujan yang turun tanpa henti. Warganet membagikan foto dan video kondisi perbukitan yang ambles serta evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Respons cepat dari petugas gabungan mendapat apresiasi, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca susulan.

BACA JUGA:Sidang Etik Putuskan Pemecatan Anggota Brimob dalam Kasus Pelajar Tewas di Tual

Fenomena cuaca ekstrem ini memunculkan beragam reaksi dari netizen. Sebagian besar mengungkapkan kekhawatiran terhadap keselamatan keluarga, sementara yang lain membagikan tips menghadapi banjir dan angin kencang. Tidak sedikit pula yang menyoroti pentingnya perbaikan sistem drainase dan tata kota agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait prakiraan cuaca dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi. Kepala BMKG dalam keterangannya menyatakan bahwa pola cuaca ekstrem berpotensi terjadi secara berkala, terutama pada masa peralihan musim.

BACA JUGA:Kawanan Gajah Liar Masuk Mess Karyawan di Siak, Riau, Video Viral di Media Sosial

Selain berdampak pada aktivitas pendidikan, cuaca buruk juga memengaruhi sektor transportasi dan ekonomi. Sejumlah penerbangan dilaporkan mengalami penundaan akibat cuaca yang kurang bersahabat. Aktivitas pasar tradisional dan pusat perbelanjaan pun terpantau lebih sepi karena warga memilih membatasi mobilitas.

Pengamat lingkungan menilai kejadian ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Curah hujan ekstrem yang terjadi dalam waktu singkat meningkatkan risiko banjir bandang dan longsor, terutama di wilayah dengan tata ruang yang belum optimal.

BACA JUGA:Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Tutup Usia

Pemerintah daerah di sejumlah wilayah telah menyiagakan tim tanggap darurat serta menyiapkan posko bantuan bagi warga terdampak. Distribusi logistik dan evakuasi terus dilakukan guna meminimalkan risiko korban jiwa.

Cuaca ekstrem yang terjadi kali ini tidak hanya menjadi isu meteorologi, tetapi juga topik sosial yang ramai dibahas publik. Media sosial menjadi ruang berbagi informasi sekaligus sarana saling mengingatkan antarwarga. Di tengah situasi tersebut, kewaspadaan dan solidaritas masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kategori :