Pemerintah Percepat Program Mudik Aman 2026, Posko Terpadu Disiagakan di Sejumlah Titik
Pemerintah bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan mempercepat persiapan Program Mudik Aman 2026 dengan menyiagakan posko terpadu di jalur darat, laut, dan udara--
JAKARTA – Pemerintah melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Kementerian Perhubungan dan instansi terkait mempercepat persiapan program Mudik Aman 2026. Sejumlah posko terpadu mulai disiagakan di jalur darat, laut, dan udara guna memastikan kelancaran arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kapolri menyampaikan bahwa pengamanan tahun ini difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Operasi pengamanan terpadu akan melibatkan ribuan personel gabungan, termasuk TNI, Dinas Perhubungan, serta relawan. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya dalam keterangan resmi.
BACA JUGA:Dampak Cuaca Ekstrem Jadi Obrolan Netizen, Banjir hingga Sekolah Daring Ramai Dibahas
Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan diperkirakan terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran. Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow di sejumlah ruas tol utama.
Selain jalur darat, pengawasan juga diperketat di pelabuhan dan bandara. Pemerintah meminta operator transportasi memastikan kelaikan armada sebelum beroperasi. Ramp check terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) telah dilakukan di berbagai terminal guna menekan risiko kecelakaan.
BACA JUGA:Dugaan Kasus TPPO Viral, 13 Perempuan Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang
Di sisi lain, pemerintah daerah diminta aktif memantau kondisi infrastruktur jalan, termasuk perbaikan lubang dan penerangan jalan umum. Koordinasi lintas daerah dianggap penting untuk meminimalkan hambatan selama arus mudik dan balik.
Tak hanya soal transportasi, aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Posko kesehatan didirikan di sejumlah rest area dan terminal untuk melayani pemudik yang mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan. Masyarakat diimbau beristirahat setiap empat jam perjalanan guna mencegah kecelakaan akibat kelelahan.
BACA JUGA:Sidang Etik Putuskan Pemecatan Anggota Brimob dalam Kasus Pelajar Tewas di Tual
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi terkait kondisi lalu lintas dan cuaca. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi kepolisian maupun Kementerian Perhubungan agar pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Program Mudik Aman 2026 juga menyoroti keamanan rumah yang ditinggalkan. Kepolisian mengimbau warga memastikan rumah dalam keadaan terkunci dan melaporkan keberangkatan kepada ketua RT setempat. Patroli rutin akan ditingkatkan di kawasan permukiman guna mencegah tindak kriminalitas.
BACA JUGA:Kawanan Gajah Liar Masuk Mess Karyawan di Siak, Riau, Video Viral di Media Sosial
Sementara itu, sejumlah BUMN dan perusahaan swasta kembali menggelar program mudik gratis bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya sekaligus meringankan beban ekonomi warga.
Pengamat transportasi menilai kesiapan pemerintah tahun ini relatif lebih matang dibandingkan sebelumnya, terutama dalam pemanfaatan teknologi pemantauan lalu lintas berbasis CCTV dan aplikasi digital. Meski demikian, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas tetap menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan mudik.
Sumber:
