Harian OKU Selatan ID- Pemerintah mempercepat pemeliharaan jalan nasional di ruas Pemalang–Pekalongan guna memastikan kesiapan infrastruktur menjelang momentum arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan yang diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa pekan ke depan.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) setempat menyatakan bahwa percepatan pekerjaan difokuskan pada perbaikan titik-titik kerusakan seperti lubang, retak memanjang, hingga tambalan aspal yang mulai aus. Selain itu, pembersihan drainase dan perapihan bahu jalan juga menjadi prioritas agar tidak terjadi genangan air saat hujan turun.
BACA JUGA:Pemerintah Mitigasi Dampak Penutupan Wilayah Udara Timur Tengah, Jadwal Umrah Disesuaikan
“Kami menargetkan seluruh perbaikan fungsional rampung sebelum puncak arus mudik. Jalan nasional merupakan jalur vital penghubung antarkota di pesisir utara Jawa, sehingga kondisinya harus prima,” ujar salah satu pejabat teknis di lapangan.
Ruas Pemalang–Pekalongan dikenal sebagai bagian dari jalur Pantura yang setiap tahun dilintasi ribuan kendaraan, baik kendaraan pribadi, bus antar kota, maupun angkutan logistik. Lonjakan volume lalu lintas biasanya terjadi sejak H-10 Lebaran dan mencapai puncaknya beberapa hari sebelum hari raya.
BACA JUGA:Sindikat Jual-Beli Bayi di Media Sosial Terungkap, Transaksi Capai Puluhan Juta Rupiah
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan dilakukan dengan sistem tambal cepat (patching) menggunakan material aspal hotmix agar hasilnya lebih tahan lama. Petugas juga memasang rambu peringatan sementara di sekitar lokasi pengerjaan untuk menghindari potensi kecelakaan lalu lintas.
Selain perbaikan permukaan jalan, pengecatan ulang marka dan pembenahan rambu lalu lintas turut dilakukan. Marka yang jelas dan rambu yang terlihat dengan baik sangat penting untuk membantu pengendara, terutama saat berkendara malam hari atau dalam kondisi cuaca kurang bersahabat.
Pihak kepolisian setempat turut berkoordinasi dalam pengaturan lalu lintas selama proses pemeliharaan berlangsung. Rekayasa arus kendaraan diberlakukan secara situasional guna mengurangi kemacetan, terutama pada jam sibuk.
BACA JUGA:Kasus DBD Meningkat di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Waspada
Pengamat transportasi menilai percepatan pemeliharaan ini sebagai langkah strategis. Infrastruktur jalan yang baik tidak hanya mendukung kelancaran arus mudik, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan rusak. Ia menambahkan bahwa persiapan infrastruktur menjadi salah satu indikator kesiapan pemerintah dalam menghadapi mobilitas tahunan berskala besar.
Di sisi lain, masyarakat pengguna jalan menyambut positif langkah tersebut. Para pengemudi berharap perbaikan dilakukan menyeluruh agar perjalanan mudik lebih aman dan nyaman. Beberapa sopir angkutan umum mengaku kondisi jalan yang mulus dapat menghemat waktu tempuh serta mengurangi biaya perawatan kendaraan.
BACA JUGA:Viral! Aksi Pengemudi Ojol Kembalikan Uang Rp15 Juta yang Tertinggal di Jok Motor
Pemerintah juga mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. Meskipun kondisi jalan telah diperbaiki, faktor keselamatan tetap bergantung pada kedisiplinan pengendara.
BACA JUGA:Jadwal Libur Nasional dan Hari Penting Maret 2026, Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan