KTT D-8 di Jakarta Ditunda Akibat Konflik Timur Tengah

Jumat 13-03-2026,20:35 WIB
Reporter : HOS
Editor : HOS

JAKARTA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang D-8 yang rencananya digelar di Jakarta resmi ditunda. Penundaan tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan situasi keamanan global yang memanas akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melakukan koordinasi dengan negara-negara anggota organisasi tersebut. Penundaan dilakukan demi menjaga keamanan serta memastikan seluruh delegasi dapat menghadiri pertemuan dalam kondisi yang kondusif.

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Waspadai Defisit Anggaran

Organisasi Developing Eight Organization for Economic Cooperation atau D-8 merupakan forum kerja sama ekonomi yang beranggotakan delapan negara berkembang, yaitu Indonesia, Turki, Iran, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Mesir, dan Nigeria. Forum ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi serta meningkatkan perdagangan antarnegara anggota.

KTT yang sedianya berlangsung di Jakarta tersebut awalnya dijadwalkan digelar pada tahun 2026 dengan agenda utama membahas peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, serta investasi di antara negara anggota. Namun perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah membuat sejumlah negara peserta menghadapi kendala untuk menghadiri pertemuan tersebut.

BACA JUGA:Indonesia Perkuat Kerja Sama Keamanan Regional di Kawasan Indo-Pasifik

Juru bicara Kementerian Luar Negeri menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap berkomitmen mendukung kerja sama antarnegara anggota D-8. Meski pelaksanaan KTT ditunda, komunikasi dan koordinasi antara negara anggota tetap berlangsung melalui berbagai jalur diplomasi.

“Kami memahami bahwa kondisi geopolitik global saat ini memerlukan kehati-hatian. Penundaan ini dilakukan agar pelaksanaan KTT dapat berjalan dengan lebih optimal ketika situasi sudah lebih stabil,” ujarnya dalam keterangan resmi.

BACA JUGA:Polres OKU Selatan Ingatkan Pentingnya Kesadaran Memakai Helm Demi Keselamatan Berkendara

Konflik yang terjadi di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi perhatian dunia internasional. Ketegangan di kawasan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi global serta hubungan diplomatik antarnegara.

Sejumlah negara yang tergabung dalam organisasi D-8 juga memiliki hubungan erat dengan kawasan Timur Tengah, sehingga perkembangan situasi di wilayah tersebut turut mempengaruhi agenda kerja sama internasional.

BACA JUGA:Harga Kebutuhan Pokok di Sumsel Mulai Naik Jelang Lebaran

Meskipun KTT ditunda, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara anggota tetap menjadi prioritas. Indonesia sebagai salah satu anggota aktif dalam forum D-8 terus mendorong peningkatan perdagangan serta investasi antarnegara berkembang.

Selain itu, pemerintah juga berharap forum D-8 dapat terus menjadi wadah strategis dalam memperkuat kerja sama ekonomi di antara negara-negara anggota. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan negara anggota dapat saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Usai Trump Prediksi Perang Iran Segera Berakhir, Pasar Asia Menguat

Kategori :