Cara mengajarkan puasa pada anak, bertahap dan tanpa tekanan
Foto istimewa--
Ia juga menekankan pentingnya membiasakan anak dengan ritme Ramadan. Anak dapat diikutsertakan dalam aktivitas sahur dan berbuka, meskipun tidak berpuasa penuh.
“Walau anak tertidur, diajak terlibat dalam rutinitas sahur dan buka puasa akan membantu anak terbiasa dengan pola Ramadan,” ujarnya.
Aimee menilai pendekatan ini selaras dengan prinsip kesehatan mental. Anak belajar melalui rasa aman dan kebersamaan, bukan lewat paksaan.
“Puasa parsial seperti setengah hari bisa menjadi pilihan. Yang penting, pengalaman anak divalidasi,” kata Aimee.
Ia mengingatkan orang tua agar tidak meremehkan keluhan anak atau membandingkannya dengan anak lain. Kalimat bernada ancaman, rasa bersalah, atau malu dapat menanamkan asosiasi negatif terhadap puasa.
Memasuki usia sekolah awal, sekitar tujuh hingga sembilan tahun, anak mulai mampu memahami hubungan sebab akibat. Pada tahap ini, puasa dapat dikenalkan sebagai latihan mengendalikan diri dan ibadah yang bernilai.
“Anak sudah bisa memahami bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan emosi dan memperbaiki perilaku,” kata Mariska.
Nilai spiritual dikaitkan dengan tindakan nyata. Anak diajak memahami bahwa bersabar, membantu orang lain, dan berbagi merupakan bagian dari makna puasa. Manfaat puasa bagi tubuh juga mulai diperkenalkan secara sederhana, tanpa menakut-nakuti.
Pada usia sekolah akhir hingga remaja awal, sekitar sepuluh hingga dua belas tahun ke atas, anak sudah mampu berpikir reflektif. Puasa dipahami sebagai ibadah yang melibatkan niat, kesadaran diri, dan tanggung jawab personal.
“Di tahap ini, anak bisa diajak berdiskusi tentang puasa sebagai latihan mengelola dorongan fisik, emosi, dan pikiran,” ujar Mariska.
Komunikasi orang tua sebagai penyangga kesehatan mental
Aimee menegaskan komunikasi orang tua menjadi faktor pelindung utama bagi kesehatan mental anak selama Ramadan. Cara orang tua merespons kesulitan anak akan menentukan apakah anak merasa aman atau tertekan.
“Anak perlu tahu bahwa ia boleh merasa lelah dan tetap diterima,” kata Aimee.
Sumber:





