BANNER RAMADHAN KOMINFO

Kasus DBD Meningkat di Sejumlah Daerah, Pemerintah Gencarkan Fogging dan Edukasi

Kasus DBD Meningkat di Sejumlah Daerah, Pemerintah Gencarkan Fogging dan Edukasi

Pemerintah menggencarkan fogging dan gerakan 3M Plus untuk mencegah penyebaran lebih luas.--

Harian OKU Selatan.ID - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dilaporkan mengalami peningkatan di sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan ini seiring dengan tingginya curah hujan yang memicu berkembangnya populasi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab penyakit tersebut.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa peningkatan kasus bersifat musiman dan umum terjadi pada periode musim hujan. Meski demikian, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan di lingkungan masyarakat.

BACA JUGA:Indonesia Pastikan Tidak Ada Kasus Virus Nipah, Pengawasan Tetap Diperketat

Di beberapa kota besar seperti Bandung dan Surabaya, dinas kesehatan setempat telah melakukan fogging atau pengasapan di titik-titik yang teridentifikasi sebagai lokasi penyebaran. Selain fogging, petugas juga menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta langkah tambahan seperti penggunaan larvasida.

Kepala dinas kesehatan di salah satu daerah menyampaikan bahwa sebagian besar pasien yang dirawat menunjukkan gejala demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, serta penurunan trombosit. Ia mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tersebut, terutama jika demam berlangsung lebih dari dua hari

BACA JUGA:Pemerintah Perkuat Tenaga Spesialis Medis untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Daerah

Data sementara menunjukkan mayoritas kasus terjadi pada anak-anak usia sekolah dan remaja. Namun, orang dewasa tetap berisiko tertular apabila tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik dan banyak genangan air.

Pemerintah juga mengintensifkan edukasi melalui sekolah, puskesmas, dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Warga diimbau rutin membersihkan lingkungan rumah, memastikan tidak ada wadah yang dapat menampung air hujan, serta memasang kawat kasa atau menggunakan lotion antinyamuk sebagai perlindungan tambahan.

BACA JUGA:Warga Australia Terinfeksi Measles Usai Berkunjung ke Indonesia, Pemerintah Perkuat Surveilans dan Imunisasi

Pengamat kesehatan masyarakat menilai bahwa pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan fogging. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai sebagai kunci utama memutus rantai penularan. Fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik tetap harus diberantas melalui PSN.

Selain upaya pencegahan, rumah sakit dan puskesmas diminta memastikan ketersediaan tempat tidur dan cairan infus untuk pasien dengan gejala berat. Tenaga medis juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus dalam beberapa minggu ke depan.

BACA JUGA:Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas, Rajai Asia Tenggara

Meski terjadi peningkatan, pemerintah memastikan situasi masih terkendali dan belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) secara nasional. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta disiplin menerapkan langkah pencegahan di lingkungan masing-masing.

BACA JUGA:Pemerintah Alokasikan US$150 Juta Kembangkan Ekosistem Semikonduktor Nasional

Sumber: