BANNER RAMADHAN KOMINFO

Kasus DBD Meningkat, Dinkes Sumsel Intensifkan Fogging dan Edukasi Warga

Kasus DBD Meningkat, Dinkes Sumsel Intensifkan Fogging dan Edukasi Warga

Sebagai langkah penanganan, Dinkes bersama puskesmas setempat telah melakukan fogging di sejumlah wilayah yang teridentifikasi sebagai zona merah--

PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat adanya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam dua bulan terakhir. Lonjakan kasus terjadi di beberapa kabupaten/kota, dengan angka tertinggi berada di Palembang.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel menyampaikan bahwa peningkatan kasus dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang menyebabkan banyak genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan data sementara, ratusan kasus telah dilaporkan sejak awal tahun, meskipun sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan sembuh.

BACA JUGA:Polrestabes Palembang Amankan 12 Pelaku Curanmor, Tiga Diantaranya Residivis

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menerapkan pola hidup bersih dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin,” ujarnya, Sabtu (21/2).

Sebagai langkah penanganan, Dinkes bersama puskesmas setempat telah melakukan fogging di sejumlah wilayah yang teridentifikasi sebagai zona merah. Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah dan lingkungan permukiman padat penduduk.

BACA JUGA:Jalan Berlubang Bikin Resah, Sekda OKUS Ambil Alih Penanganan

Program 3M Plus kembali digencarkan, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Tambahan “Plus” mencakup penggunaan obat anti-nyamuk, pemasangan kelambu, serta pemeriksaan jentik secara berkala.

Rumah sakit rujukan di Palembang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk penyediaan tempat tidur dan cairan infus bagi pasien dengan gejala DBD. Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat medis dalam kondisi aman.

BACA JUGA:Pengungkapan Kasus Korupsi Dana Proyek Daerah, Tiga Pejabat Ditetapkan Tersangka

Sementara itu, sejumlah warga mengaku khawatir dengan meningkatnya kasus DBD, terutama menjelang Ramadan ketika aktivitas keluarga meningkat. Orang tua diminta lebih waspada terhadap gejala awal seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, hingga muncul bintik merah pada kulit.

Pemerintah daerah menargetkan penurunan angka kasus dalam beberapa pekan ke depan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan RT/RW dan kader posyandu dalam pemantauan lingkungan. Evaluasi mingguan akan dilakukan untuk memetakan perkembangan situasi dan menentukan langkah lanjutan.

BACA JUGA:Takjil Bikin Ramai, Polisi Siaga di Simpang Tangga Batu

Dinkes Sumsel menegaskan bahwa pencegahan merupakan kunci utama dalam menekan penyebaran DBD. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat menentukan keberhasilan upaya pengendalian penyakit ini.

Dengan langkah intensif yang dilakukan pemerintah dan dukungan masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di Sumatera Selatan dapat segera ditekan sehingga aktivitas warga tetap berjalan aman dan sehat menjelang bulan suci Ramadan.

Sumber: