BPBD OKU Selatan Imbau Warga Waspada Pancaroba Menuju Musim Kemarau 2026
BPBD OKU Selatan mengimbau masyarakat waspada menghadapi masa pancaroba menuju musim kemarau 2026 yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.--
Harian OKU SelatN.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau tahun 2026. Masa transisi ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada keselamatan masyarakat.
Berdasarkan Buletin Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Maret 2026, wilayah Sumatera Selatan saat ini mulai memasuki periode pancaroba. Pada masa ini kondisi cuaca cenderung berubah-ubah dan tidak menentu, sehingga masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi.
BACA JUGA:Anggaran Meja Biliar Rp486 Juta di DPRD Sumsel Jadi Sorotan Publik
Untuk wilayah Kabupaten OKU Selatan, secara klimatologis daerah ini masih berada dalam periode musim hujan. Namun demikian, angin timuran atau Monsun Australia diperkirakan mulai memasuki wilayah Indonesia pada bulan Maret. Kondisi ini menjadi salah satu tanda awal peralihan menuju musim kemarau.
Sementara itu, curah hujan di wilayah OKU Selatan masih berada pada kategori menengah, yakni berkisar antara 150 hingga 300 milimeter. Meski demikian, sifat hujan mulai menunjukkan kondisi bawah normal atau lebih kering dibandingkan biasanya.
BACA JUGA:Cendol Diduga Mengandung Zat Berbahaya Beredar di Pasar Saka Selabung, Warga Diminta Waspada
BPBD OKU Selatan menjelaskan bahwa musim kemarau di wilayah tersebut diperkirakan baru akan dimulai secara bertahap pada Juni dasarian pertama hingga dasarian kedua. Oleh karena itu, masa pancaroba saat ini menjadi periode yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Pada masa peralihan musim ini, potensi cuaca ekstrem dapat muncul secara tiba-tiba. Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah angin puting beliung yang biasanya muncul pada siang hingga sore hari setelah kondisi cuaca panas pada pagi hari.
BACA JUGA:Polres OKU Selatan Imbau Pengendara Kurangi Kecepatan Saat Melintas di Kawasan Permukiman
Selain itu, hujan lebat dengan durasi singkat juga kerap terjadi pada masa pancaroba. Hujan yang turun secara mendadak biasanya disertai dengan kilat atau petir yang berpotensi membahayakan aktivitas masyarakat.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi pohon tumbang akibat angin kencang. Pohon-pohon besar yang berada di sekitar rumah maupun di pinggir jalan diharapkan dapat diperhatikan kondisinya agar tidak menimbulkan risiko ketika terjadi cuaca ekstrem.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Makanan yang Beredar Aman Dikonsumsi
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk mulai mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan akan memiliki sifat lebih kering atau bawah normal pada tahun ini. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan jika tidak diantisipasi sejak dini.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, seperti membuka lahan dengan cara membakar.
Sumber:
