BANNER RAMADHAN KOMINFO

Harga Minyak Dunia Turun Tajam Usai Pernyataan Trump soal Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Turun Tajam Usai Pernyataan Trump soal Selat Hormuz

Harga minyak dunia turun tajam setelah sebelumnya sempat mendekati 120 dolar AS per barel. Penurunan terjadi usai pernyataan Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat mempertimbangkan mengambil alih pengawasan Selat Hormuz guna menjaga stabilitas pasokan--

Harian OKU Selatan.ID- Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah sebelumnya sempat melonjak hingga mendekati 120 dolar AS per barel. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya tengah mempertimbangkan kemungkinan mengambil alih pengawasan di Selat Hormuz guna menjaga stabilitas jalur distribusi energi global.

Pernyataan tersebut dinilai mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia yang sebelumnya memicu lonjakan harga. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara di dunia.

BACA JUGA:Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik Hingga Idulfitri

Para analis energi menyebutkan bahwa sekitar seperlima dari total pasokan minyak global melewati jalur tersebut setiap harinya. Ketegangan geopolitik di wilayah sekitar Selat Hormuz sering kali memicu kekhawatiran pasar dan berdampak langsung terhadap fluktuasi harga minyak dunia.

Sebelumnya, harga minyak global sempat melonjak tajam akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah serta kekhawatiran adanya potensi gangguan distribusi energi. Kondisi tersebut membuat harga minyak mendekati angka 120 dolar AS per barel, yang merupakan salah satu level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

BACA JUGA:Pemkab OKU Selatan Gelar Sosialisasi Manajemen Talenta, Perkuat Penerapan Sistem Merit ASN

Namun setelah pernyataan dari Donald Trump mengenai kemungkinan langkah Amerika Serikat untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, pasar mulai merespons secara positif. Investor menilai langkah tersebut dapat membantu menjaga kelancaran distribusi minyak global sehingga risiko gangguan pasokan menjadi lebih kecil.

Akibatnya, harga minyak dunia mulai bergerak turun seiring berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi krisis energi. Sejumlah bursa komoditas mencatat penurunan harga minyak yang cukup signifikan dalam perdagangan terbaru.

Pengamat energi menilai bahwa stabilitas jalur distribusi minyak merupakan faktor penting yang mempengaruhi harga komoditas energi di pasar internasional. Jika jalur utama seperti Selat Hormuz terancam terganggu, harga minyak biasanya akan melonjak karena kekhawatiran terhadap berkurangnya pasokan global.

BACA JUGA:Asisten II Setda OKU Selatan Hadiri Rakor Linsek Kesiapan Operasi Ketupat Musi 2026

Sebaliknya, jika situasi keamanan di jalur tersebut dipandang aman dan stabil, maka tekanan terhadap harga minyak cenderung berkurang. Hal inilah yang dinilai terjadi setelah pernyataan Trump yang memberikan sinyal bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah untuk menjaga keamanan jalur energi strategis tersebut.

Meski demikian, para analis tetap mengingatkan bahwa pasar energi global masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Setiap pernyataan pemimpin negara atau dinamika politik di kawasan Timur Tengah dapat dengan cepat mempengaruhi pergerakan harga minyak dunia.

BACA JUGA:Rencana Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di OKU Timur Terkendala Lahan

Selain faktor geopolitik, harga minyak juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti tingkat produksi negara-negara penghasil minyak, permintaan energi global, serta kondisi ekonomi dunia.

Sumber: