Donald Trump Tuduh Iran Dalangi Serangan ke Sekolah Putri di Minab
Presiden AS Donald Trump menuding Iran berada di balik serangan terhadap sekolah putri di Minab pada hari pertama pecahnya konflik 28 Februari 2026.--
Harian OKU Selatan.ID-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran sebagai pihak yang berada di balik serangan terhadap sebuah sekolah putri di kota Minab pada hari pertama pecahnya konflik bersenjata yang terjadi pada 28 Februari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan sejumlah awak media di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Sabtu (7/3/2026). Dalam keterangannya, Trump menyebut pihaknya memiliki indikasi kuat bahwa serangan yang menargetkan fasilitas pendidikan tersebut berkaitan dengan aktivitas militer yang didukung oleh Iran.
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Larang Mobil Dinas Digunakan untuk Mudik Lebaran
Menurut Trump, serangan terhadap sekolah putri di Minab menjadi salah satu insiden yang paling memprihatinkan sejak konflik tersebut mulai pecah. Ia menegaskan bahwa tindakan yang menargetkan fasilitas sipil, terlebih lembaga pendidikan, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Kami melihat adanya indikasi kuat keterlibatan Iran dalam serangan tersebut. Menyerang sekolah yang dihuni oleh pelajar perempuan adalah tindakan yang sangat tidak dapat dibenarkan,” ujar Trump dalam pernyataannya kepada wartawan.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Makanan yang Beredar Aman Dikonsumsi
Trump juga menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat akan terus memantau perkembangan konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan sekutu internasional untuk memastikan keamanan dan stabilitas di wilayah yang terdampak konflik.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth turut menyampaikan pandangan serupa terkait insiden tersebut. Dalam keterangannya, Hegseth menuding bahwa Iran sering menjadikan wilayah sipil sebagai sasaran dalam berbagai konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA:Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Dunia Musik Indonesia Berduka
Menurut Hegseth, serangan terhadap fasilitas sipil seperti sekolah merupakan tindakan yang sangat berbahaya karena dapat menimbulkan korban dari kalangan masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik.
“Kami melihat pola yang mengkhawatirkan, di mana wilayah sipil sering kali menjadi sasaran serangan. Hal ini tentu meningkatkan risiko korban jiwa dari masyarakat yang tidak terlibat dalam pertempuran,” ujar Hegseth.
Meski demikian, hingga saat ini pihak Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan yang disampaikan oleh pemerintah Amerika Serikat tersebut. Situasi ini pun menambah ketegangan di tengah konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.
BACA JUGA:Gedung GOR OKU Selatan Kondisinya Memprihatinkan, Butuh Perbaikan Mendesak
Sejumlah pengamat internasional menilai bahwa tudingan yang disampaikan oleh pemerintah Amerika Serikat berpotensi memperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara. Hubungan antara Washington dan Teheran selama ini memang dikenal cukup tegang, terutama terkait isu keamanan regional dan program militer.
Sumber:
