BANNER RAMADHAN KOMINFO

Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5%

Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5%

Pemerintah melalui Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 mencapai 5,5 persen.--

Harian OKU Selatan.ID- pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 mampu mencapai angka 5,5 persen. Keyakinan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menilai momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi nasional.

Menurut Airlangga, peningkatan konsumsi masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tradisi belanja kebutuhan pokok, pakaian, transportasi, hingga sektor pariwisata mengalami lonjakan yang cukup tinggi setiap tahunnya. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Herman Deru Gelar Open House Lebaran, Ribuan Warga Padati Griya Agung

“Periode Ramadan dan Idul Fitri selalu menjadi penggerak utama konsumsi domestik. Ini yang membuat kami optimistis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,5 persen pada kuartal pertama,” ujar Airlangga dalam keterangannya.

Selain faktor konsumsi, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat. Beberapa kebijakan yang dilakukan antara lain pemberian bantuan pangan, program subsidi, serta diskon transportasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Langkah ini diharapkan mampu mendorong perputaran uang di berbagai sektor ekonomi.

BACA JUGA:Gus Ipul: Bansos Tak Kena Efisiensi Anggaran, Presiden Siap Tambah Jika Dibutuhkan

Pemerintah juga memperkuat distribusi bahan pokok guna menjaga stabilitas harga di pasaran. Ketersediaan pangan yang cukup selama Ramadan dan Lebaran dinilai menjadi kunci dalam mengendalikan inflasi. Dengan harga yang relatif stabil, masyarakat dapat tetap berbelanja tanpa tekanan yang berlebihan terhadap pengeluaran mereka.

Di sisi lain, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas ekonomi. Banyak pelaku usaha yang mengalami peningkatan penjualan, terutama di sektor kuliner, fesyen, dan jasa transportasi. Pemerintah terus mendorong digitalisasi UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

BACA JUGA:Empat Prajurit TNI Ditahan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai tantangan eksternal yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, termasuk fluktuasi harga komoditas dan ketegangan geopolitik, menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

Untuk itu, pemerintah terus melakukan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan fiskal dan moneter diarahkan untuk tetap mendukung pertumbuhan tanpa mengabaikan risiko inflasi dan nilai tukar.

BACA JUGA:Pencairan THR Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Daya Beli Masyarakat Meningkat

Airlangga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga optimisme dan terus berkontribusi dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional.

“Dengan kerja sama yang baik, kita optimistis ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan,” tambahnya.

Sumber: