BANNER RAMADHAN KOMINFO

MBG di OKU Selatan Jadi Perhatian, Daerah Terpencil Belum Terjangkau

MBG di OKU Selatan Jadi Perhatian, Daerah Terpencil Belum Terjangkau

program MBG di OKU Selatan belum merata, kendala distribusi makan bergizi gratis di daerah terpencil,--

OKU Selatan, Sumatera Selatan — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menjadi perhatian publik. Program yang digagas untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah ini dinilai belum menjangkau seluruh wilayah, terutama di daerah terpencil yang memiliki akses terbatas.

Sejumlah sekolah di wilayah pedesaan dan perbukitan dilaporkan belum menerima distribusi makanan secara rutin. Kondisi geografis OKU Selatan yang didominasi pegunungan serta infrastruktur jalan yang belum merata menjadi tantangan utama dalam penyaluran program tersebut. Akibatnya, distribusi makanan ke beberapa sekolah tidak dapat dilakukan secara maksimal.

BACA JUGA:Kesadaran Berkendara Ditingkatkan, Helm Wajib Dipakai Setiap Saat

BACA JUGA:Batas Belanja Pegawai 30% Picu Kekhawatiran, DPRD Siapkan 3 Jurus Selamatkan PPPK

Salah satu tenaga pendidik di wilayah terpencil menyebutkan bahwa hingga saat ini sekolahnya belum mendapatkan manfaat program MBG secara konsisten. “Kami sangat berharap program ini bisa segera menjangkau seluruh siswa, karena banyak anak yang membutuhkan asupan gizi tambahan,” ujarnya.

Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, sekaligus menekan angka stunting. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa dapat belajar dengan lebih baik karena kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

BACA JUGA:Pemerintah Kantongi SAL Rp 420 Triliun, Jadi Bantalan Hadapi Gejolak Ekonomi Global

BACA JUGA:Antusiasme NPCI Sumsel, Borong Puluhan Tiket Jalan Sehat HUT Sumeks Berhadiah Mobil dan Umrah

Namun dalam pelaksanaannya, berbagai kendala masih ditemukan di lapangan. Selain faktor akses, keterbatasan sarana transportasi dan jarak tempuh yang jauh turut mempengaruhi kelancaran distribusi. Di beberapa wilayah, pengiriman makanan harus menempuh perjalanan panjang dengan kondisi jalan yang kurang memadai.

Pemerintah daerah mengakui adanya tantangan tersebut dan menyatakan tengah berupaya mencari solusi agar program dapat berjalan lebih optimal. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memperkuat dapur penyedia makanan di titik-titik strategis yang lebih dekat dengan wilayah sasaran, sehingga distribusi dapat dilakukan lebih efisien.

BACA JUGA:Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panas, BMKG Imbau Waspada Karhutla di Sumsel

BACA JUGA:Pelaksanaan Program MBG di Kisam OKU Selatan Dievaluasi, Kualitas Makanan Dikeluhkan

Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat setempat, juga terus ditingkatkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program MBG dapat menjangkau seluruh penerima manfaat secara merata.

Di sisi lain, aspek pengawasan juga menjadi perhatian penting. Pemerintah menekankan bahwa kualitas makanan yang diberikan harus tetap terjaga, baik dari segi kebersihan maupun kandungan gizi. Oleh karena itu, pengawasan terhadap proses produksi hingga distribusi terus diperketat.

Sumber: