Program Makanan Bergizi Gratis Disorot, Dugaan Makanan Tak Layak Picu Kekhawatiran
program makanan bergizi gratis Pangandaran 2026 bermasalah, dugaan makanan tidak layak konsumsi untuk balita di Banjarharja,--
PANGANDARAN – Program penyediaan Makanan Bergizi Gratis bagi balita di Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten PANGANDARAN, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan makanan yang dibagikan tidak layak konsumsi. Isu ini mencuat setelah adanya unggahan di media sosial yang viral dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas program peningkatan gizi anak tersebut.
Informasi tersebut pertama kali ramai diperbincangkan setelah akun Facebook bernama Sadi Sadi mengaku sebagai penerima manfaat program menyampaikan keluhannya. Dalam unggahannya, ia menilai makanan yang diberikan kepada balita tidak segar dan diduga tidak layak dikonsumsi.
BACA JUGA:Tabrakan Motor dan Truk Gegerkan Warga, Suara Benturan Keras Jadi Sorotan
BACA JUGA:Kebakaran Rumah Bikin Heboh Warga
Ia juga mengungkapkan bahwa makanan tersebut telah diperiksa oleh orang tua sebelum diberikan kepada anak. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan indikasi makanan sudah tidak dalam kondisi baik sehingga akhirnya tidak diberikan kepada balita.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas dan menuai berbagai reaksi dari warganet. Banyak pihak mempertanyakan kualitas pengawasan dalam program tersebut, mengingat sasaran utamanya adalah balita yang membutuhkan asupan gizi optimal untuk tumbuh kembang.
Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait potensi dampak kesehatan jika makanan yang tidak layak tersebut sampai dikonsumsi oleh anak-anak. Beberapa warganet juga menyarankan agar bantuan diberikan dalam bentuk lain yang dianggap lebih aman dan efektif, seperti bahan makanan mentah atau bantuan langsung.
BACA JUGA:Kejagung Tarik Kajari Karo dan Jaksa Terkait Kasus Videografer Amsal Sitepu
BACA JUGA:Operasi Undercover Ditresnarkoba Polda Sumsel Kembali Menjerat Pengedar Sabu-Sabu
Menanggapi polemik tersebut, pihak pelaksana program akhirnya angkat bicara. Perwakilan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Banjarharja, Agung Maulana, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa makanan yang dipermasalahkan adalah menu sayur capcay yang dibagikan pada awal pelaksanaan program, tepatnya pada Rabu, 1 April 2026. Setelah dilakukan penelusuran, pihaknya menemukan bahwa unggahan yang viral tersebut berasal dari satu akun.
“Meski hanya satu unggahan, kami tetap menindaklanjuti dan mengakui bahwa makanan tersebut kemungkinan tidak layak konsumsi,” ujar Agung.
BACA JUGA:Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Berduka
BACA JUGA:BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang
Sumber:
