Harga Plastik Naik Lebih dari 50 Persen, Pelaku Usaha di Sumsel Tertekan
harga plastik naik lebih dari 50 persen di Sumatera Selatan 2026, dampak kenaikan harga plastik terhadap UMKM--
Palembang – Kenaikan harga plastik di Sumatera Selatan kini semakin terasa setelah dilaporkan melonjak hingga lebih dari 50 persen dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan drastis ini membuat pelaku usaha, khususnya UMKM, berada dalam tekanan karena biaya operasional meningkat tajam.
Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa harga berbagai jenis plastik, mulai dari kantong kresek hingga bahan kemasan makanan, mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, beberapa jenis plastik yang sebelumnya dijual dengan harga stabil kini sulit didapat atau mengalami kelangkaan di pasaran.
BACA JUGA:Jelang Musim Panen, Kopi Petani Dicuri di Batang Pohon
BACA JUGA:Jelang Musim Panen, Kopi Petani Dicuri di Batang Pohon
“Naiknya tidak sedikit, bisa lebih dari 50 persen. Kami terpaksa menaikkan harga jual, tapi takut pelanggan berkurang,” ujar salah satu pelaku usaha di Palembang.
Kenaikan harga ini diduga dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya perang harga di tingkat distributor serta kenaikan bahan baku plastik di pasar global. Kondisi tersebut membuat rantai pasok terganggu dan harga menjadi tidak stabil.
Selain itu, ketergantungan terhadap bahan baku impor juga memperparah situasi. Ketika harga resin plastik di pasar internasional naik, dampaknya langsung dirasakan oleh produsen dalam negeri, yang kemudian meneruskan kenaikan tersebut ke tingkat distributor hingga pedagang.
BACA JUGA:Tak Bisa Dilalui! Sampah Pasar Saka Selabung Menumpuk Hingga Tengah Jalan
BACA JUGA:Kebakaran Rumah Bikin Heboh Warga
Para pelaku UMKM menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka harus menghadapi dilema antara menaikkan harga produk atau menanggung kerugian akibat biaya produksi yang meningkat. Tidak sedikit usaha kecil yang mulai mengurangi penggunaan plastik atau mencari alternatif kemasan lain untuk menekan biaya.
Dampak dari kenaikan ini juga mulai dirasakan oleh konsumen. Harga makanan, minuman, serta produk lain yang menggunakan kemasan plastik berpotensi ikut naik. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu inflasi di sektor tertentu jika tidak segera dikendalikan.
BACA JUGA:Kejagung Tarik Kajari Karo dan Jaksa Terkait Kasus Videografer Amsal Sitepu
BACA JUGA:Operasi Undercover Ditresnarkoba Polda Sumsel Kembali Menjerat Pengedar Sabu-Sabu
Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk mengatasi kondisi ini, baik melalui pengawasan distribusi maupun kebijakan yang dapat menstabilkan harga bahan baku. Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk berinovasi dengan menggunakan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Sumber:
