BPBD Catat 33 Bencana Terjadi di Sumsel Sejak Awal Tahun
BPBD Sumatera Selatan mencatat sebanyak 33 kejadian bencana alam terjadi di wilayah Sumatera Selatan sejak Januari hingga awal Maret 2026--
Harian OKU Selatan.ID-Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Sumatera Selatan mencatat sebanyak 33 kejadian bencana alam terjadi di wilayah Sumatera Selatan sejak Januari hingga awal Maret 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian bencana di provinsi tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Ansori, mengatakan sebagian besar bencana yang terjadi berupa banjir yang dipicu oleh curah hujan tinggi di sejumlah wilayah. Selain banjir, bencana lain yang tercatat antara lain angin kencang, tanah longsor, serta banjir bandang.
BACA JUGA:Petani Kopi OKU Selatan Mulai Masuk Masa Panen
“Sejak awal tahun hingga awal Maret, kami mencatat ada 33 kejadian bencana di Sumatera Selatan. Banjir masih menjadi bencana yang paling sering terjadi,” ujar Ansori dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa dari total kejadian tersebut, banjir menjadi bencana yang paling dominan dengan jumlah kejadian terbanyak. Curah hujan yang tinggi di sejumlah daerah menyebabkan meluapnya sungai serta genangan air di kawasan permukiman warga.
Selain banjir, BPBD juga mencatat beberapa kejadian angin kencang yang menyebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum. Dalam beberapa kasus, angin kencang juga disertai hujan deras yang memperparah kondisi di lapangan.
BACA JUGA:Wisata Danau Ranau Mulai Ramai Pengunjung Saat Ramadan
Sementara itu, bencana tanah longsor juga terjadi di beberapa daerah yang memiliki kondisi geografis berbukit. Longsor umumnya dipicu oleh curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan tanah menjadi labil dan mudah bergerak.
Beberapa wilayah di Sumatera Selatan yang cukup sering terdampak bencana antara lain Kabupaten Ogan Ilir, Muara Enim, serta wilayah di sekitar perbukitan seperti Kabupaten OKU Selatan. Pemerintah daerah setempat bersama BPBD terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan potensi bencana di daerah-daerah rawan tersebut.
BACA JUGA:Ombudsman dan Disnaker Sumsel Awasi Pembayaran THR Pekerja Jelang Lebaran
Ansori menambahkan bahwa BPBD Sumsel terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan langkah-langkah mitigasi bencana. Upaya tersebut meliputi pemantauan kondisi sungai, sosialisasi kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan tim penanggulangan bencana.
Selain itu, BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama selama musim hujan. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir maupun longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.
BACA JUGA:Sejarah Tradisi Lebaran di Indonesia, Pernah Disebut Ajang Pemborosan oleh Pejabat Belanda
“Kesadaran masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi bencana. Jika ada tanda-tanda potensi bencana seperti tanah retak, debit air sungai meningkat, atau cuaca ekstrem, sebaiknya segera melapor kepada aparat setempat,” jelasnya.
Sumber:
