BANNER RAMADHAN KOMINFO

Harga Karet Sumsel Naik Tipis, Petani Diingatkan Jangan Abaikan Kualitas Bokar

Harga Karet Sumsel Naik Tipis, Petani Diingatkan Jangan Abaikan Kualitas Bokar

Harga karet di Sumatera Selatan mengalami kenaikan tipis. Petani diingatkan untuk menjaga kualitas bokar agar mendapatkan harga jual yang lebih baik dan stabil.--

Sumatera Selatan — Kabar baik datang bagi petani karet di Sumatera Selatan. Harga karet di sejumlah daerah dilaporkan mengalami kenaikan tipis dalam beberapa waktu terakhir. Meski belum signifikan, tren positif ini mulai memberikan harapan bagi para petani setelah sebelumnya harga sempat stagnan.

Kenaikan harga karet tersebut dipengaruhi oleh membaiknya permintaan pasar global serta fluktuasi harga komoditas di tingkat internasional. Selain itu, faktor cuaca yang mulai mendukung aktivitas penyadapan juga ikut berperan dalam menjaga stabilitas pasokan.

BACA JUGA:Jejak Karier Liliek Prisbawono, Hakim MK Baru Pengganti Anwar Usman

BACA JUGA:Prabowo Geram Lihat Uang Sitaan Korupsi, Soroti Kerugian Negara

Namun di balik kenaikan harga tersebut, para petani diingatkan untuk tidak mengabaikan kualitas bahan olah karet (bokar). Kualitas bokar dinilai menjadi faktor utama yang menentukan harga jual di tingkat pengepul maupun pabrik pengolahan.

Sejumlah pengepul di wilayah Sumsel menyebutkan bahwa masih banyak petani yang belum memperhatikan standar kualitas bokar. Hal ini terlihat dari masih ditemukannya karet yang tercampur dengan kotoran, kadar air yang tinggi, hingga penggunaan bahan campuran yang tidak sesuai.

BACA JUGA:Akses Lumpuh! Warga Tebing Batu Harapkan Perbaikan Jalan Rusak di Buay Pemaca

BACA JUGA:Pemerintah Tetap Turunkan Biaya Haji Meski Harga Avtur Naik, Ini Alasannya

“Kalau kualitasnya bagus, harga bisa lebih tinggi. Tapi kalau bokarnya kotor atau kadar air tinggi, pasti harga turun,” ujar salah satu pengepul karet di wilayah OKU Selatan.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga terus mengingatkan petani untuk menjaga kualitas hasil produksi. Edukasi mengenai teknik penyadapan yang benar, proses pengolahan bokar yang sesuai standar, hingga penyimpanan yang baik terus digencarkan.

Selain itu, petani juga diminta untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam proses pembekuan karet. Penggunaan bahan kimia yang tidak sesuai standar tidak hanya menurunkan kualitas, tetapi juga dapat merusak lingkungan dan merugikan petani dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Harga Plastik Mencekik, Gubernur Sumsel Sarankan UMKM Beralih ke Daun Pisang

BACA JUGA:Tak Bisa Dilalui! Sampah Pasar Saka Selabung Menumpuk Hingga Tengah Jalan

Kenaikan harga yang terjadi saat ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi petani untuk meningkatkan kualitas produksi. Dengan kualitas yang lebih baik, daya saing karet asal Sumatera Selatan di pasar nasional maupun internasional akan semakin meningkat.

Sumber: