PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem dengan menyiapkan posko terpadu di sejumlah wilayah rawan. Langkah ini dilakukan menyusul intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa pekan terakhir dan berdampak pada kenaikan debit air sungai di berbagai daerah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mengatakan bahwa posko siaga telah diaktifkan di beberapa kabupaten/kota, termasuk wilayah sekitar Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, hingga Musi Banyuasin. Petugas disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan cuaca serta kondisi tinggi muka air sungai secara berkala.
BACA JUGA:Kasus DBD Meningkat, Dinkes Sumsel Intensifkan Fogging dan Edukasi Warga
“Beberapa titik sudah mengalami genangan, khususnya di kawasan dataran rendah dan bantaran sungai. Namun sejauh ini situasi masih terkendali dan belum ada laporan korban jiwa,” ujarnya, Sabtu (21/2).
Menurutnya, kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif guna meminimalisir dampak bencana. BPBD Sumsel telah menyiapkan perahu karet, pompa air, tenda pengungsian, serta logistik seperti makanan siap saji dan selimut apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Tim gabungan dari TNI, Polri, dan relawan kebencanaan juga dilibatkan untuk memperkuat respons cepat di lapangan.
BACA JUGA:Polrestabes Palembang Amankan 12 Pelaku Curanmor, Tiga Diantaranya Residivis
Data sementara menunjukkan beberapa kawasan permukiman warga di Palembang dan sekitarnya sempat tergenang air akibat curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa jam. Genangan air menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama di pagi hari saat masyarakat berangkat bekerja dan anak-anak menuju sekolah.
Salah satu warga di kawasan Kalidoni, Palembang, mengaku genangan air setinggi 20 hingga 30 sentimeter sempat masuk ke halaman rumahnya. “Kalau hujan deras lebih dari dua jam, biasanya air mulai naik. Kami berharap ada normalisasi drainase agar tidak sering banjir,” ujarnya.
BACA JUGA:Bank Indonesia Buka Layanan Penukaran Uang THR di Palembang Jelang Lebaran
Menanggapi hal tersebut, Pemprov Sumsel melalui dinas terkait berjanji akan mempercepat normalisasi saluran drainase dan pengerukan sedimentasi di sejumlah sungai kecil yang melintasi permukiman warga. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat guna memastikan penanganan berjalan efektif dan terintegrasi.
Selain banjir, potensi pohon tumbang akibat angin kencang juga menjadi perhatian. Dinas Lingkungan Hidup bersama instansi terkait telah melakukan pemangkasan pohon di beberapa ruas jalan utama untuk mencegah risiko kecelakaan. Masyarakat pun diminta berhati-hati saat berkendara di tengah hujan deras.
BACA JUGA:Pemerintah Resmikan Proyek Jalan Tol Baru, Dorong Konektivitas Antarwilayah
BPBD Sumsel mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor ke posko terdekat apabila terjadi kondisi darurat. Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir diminta menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting dan perlengkapan dasar sebagai langkah antisipasi.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Evaluasi rutin akan dilakukan setiap pekan untuk memetakan wilayah yang berisiko tinggi serta menentukan langkah lanjutan jika intensitas hujan terus meningkat.
BACA JUGA:Takjil Bikin Ramai, Polisi Siaga di Simpang Tangga Batu