Pemerintah Percepat Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa di Seluruh Indonesia

Sabtu 21-02-2026,13:08 WIB
Reporter : HOS
Editor : HOS

Jakarta – Pemerintah pusat mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program prioritas nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto ini kini memasuki tahap perluasan cakupan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema distribusi dan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran. “Fokus utama kita adalah memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar gizi dan sampai kepada siswa dalam kondisi layak konsumsi,” ujarnya.

BACA JUGA:UMKM Kuliner Sumsel Kebanjiran Pesanan Jelang Ramadan, Omzet Diprediksi Naik Tajam

Program MBG bertujuan untuk menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar siswa, serta mendorong pemerataan akses gizi berkualitas, terutama di wilayah terpencil dan daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Pemerintah menggandeng pemerintah daerah, penyedia katering lokal, hingga pelaku UMKM untuk mendukung rantai pasok makanan bergizi tersebut.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan bahwa tahap awal perluasan program mencakup ribuan sekolah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Secara bertahap, cakupan akan diperluas ke wilayah Indonesia Timur. Pemerintah juga memastikan adanya pelatihan bagi pengelola dapur umum dan pengawasan ketat dari dinas kesehatan setempat.

BACA JUGA:Disdik Sumsel Perkuat Literasi Digital di SMA dan SMK, Cegah Hoaks hingga Cyberbullying

Di sisi anggaran, program ini telah dialokasikan dalam APBN tahun berjalan dengan skema bertahap. Pemerintah menegaskan penggunaan anggaran akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dilibatkan untuk memantau proses pelaksanaan agar tidak terjadi penyimpangan.

Sejumlah kepala daerah menyambut positif percepatan program tersebut. Mereka menilai MBG tidak hanya membantu siswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal karena melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha kecil sebagai pemasok bahan pangan.

BACA JUGA:Kasus DBD Meningkat, Dinkes Sumsel Intensifkan Fogging dan Edukasi Warga

Pengamat kebijakan publik menilai keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi pengawasan dan kualitas distribusi. “Program ini baik secara konsep, namun implementasi di lapangan harus diawasi ketat agar tidak terjadi pemborosan atau kualitas makanan yang menurun,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah orang tua siswa berharap program ini benar-benar berjalan berkelanjutan. Mereka menilai bantuan makanan bergizi dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya di tengah kondisi harga bahan pokok yang fluktuatif.

BACA JUGA:Bank Indonesia Buka Layanan Penukaran Uang THR di Palembang Jelang Lebaran

Pemerintah menargetkan evaluasi berkala setiap tiga bulan untuk mengukur dampak program terhadap kesehatan dan prestasi belajar siswa. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan perluasan cakupan hingga tingkat pendidikan anak usia dini.

Dengan percepatan ini, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

BACA JUGA:Komitmen Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan, Bupati Abusama Sambut Baik Kehadiran Tim Pemeriksa BPK RI

Kategori :